OSIS SMK Kimia Industri Theresiana 2011-2012
Kasih - Kompeten - Kerja Keras - Kreatif (From Good to Great)
Pembukaan PORSIMAPTAR AKPOL Semarang 2011
Kasih - Kompeten - Kerja Keras - Kreatif (From Good to Great)
Tim PASKIBRAKA SMK Kimia Industri 2013
Kasih - Kompeten - Kerja Keras - Kreatif (From Good to Great)
Outbond SMK Kimia Industri Theresiana 2011
Kasih - Kompeten - Kerja Keras - Kreatif (From Good to Great)
Bakti Sosial at Panti Asuhan AL Karim 2011
Kasih - Kompeten - Kerja Keras - Kreatif (From Good to Great)
Paduan Suara (SKiTherS Choir) 2012-2013
Kasih - Kompeten - Kerja Keras - Kreatif (From Good to Great)
Paduan Suara Upacara Hari Pahlawan 2013
Kasih - Kompeten - Kerja Keras - Kreatif (From Good to Great)
KIS go to School Event at SKITherS 2013
Kasih - Kompeten - Kerja Keras - Kreatif (From Good to Great)
Futsal Team SKITherS Lindu Aji Cup 2012
Kasih - Kompeten - Kerja Keras - Kreatif (From Good to Great)
DEMOKRASI SKiTherS (Pemilu OSIS 2012-2013)
Kasih - Kompeten - Kerja Keras - Kreatif (From Good to Great)
Jumat, 28 Agustus 2015
Setelah acara pengajian
dalam rangka halal bi halal SMK Kimia Industri Theresiana Semarang, kelas 10
mulai dari 10 A KI samapai 10 TP diwajibkan untuk mengikuti/melihat pameran
lukis “ Pazzar Seni” di Taman Budaya Raden Saleh atau biasa di singkat TBRS. Kami
semua berangkat dari sekolah didampingi oleh beberapa guru dan wali kelas, ada
Pak Budi, Pak Widi, Bu Agni, Bu Diah, Bu Yovita dan Bu Ria.
Kami semua diberi
pengarahan sebelum berangkat ke TBRS seperti berjalan berdua (sepasang) dengan
tertib, karena kebetulan perjalanan ke TBRS melewati jalan raya yang cukup ramai
dan padat, meskipun jarak antara sekolah dan TBRS tidaklah jauh. Setelah sampai
di depan Gapura TBRS kami sempatkan untuk berfoto bersama, termasuk foto
bersama guru dan wali kelas dengan berbagai gaya hi..hi..hi...ternyata
guru-guru SKITHERS pada narsis juga......
Setelah puas berfoto di
depan gerbang kami lanjutkan perjalanan ke dalam lokasi pameran “Pazzar Seni”,
dan kami mulai bertemu dengan para pelukis di stand masing-masing beserta hasil
karya mereka berupa lukisan-lukisan yang sangat indah dan beraneka ragam.
Berbagai macam aliran lukisan ada di sini dari mulai yang naturalis sampai yang
abstrak, dari yang menggunakan teknik manual sampai teknik komputerisasi,
bahkan para seniman lukis yang berpartisipasi dalam pameran seni ini tidak
hanya berasal dari sekitar Semarang saja melainkan ada yang berasal dari berabgai
daerah di Indonesia antara lain, seperti
dari Bali, Jakarta, Banyuwangi, Malang, Jogja, klaten dll.
Dengan melihat hasil
karya mereka mata kami benar-benar dimanjakan, mungkin kami belum terlalu paham
dengan seni, tapi kami bisa merasakan bahwa hasil karya mereka itu sungguh
indah sehingga membuat kami senang, takjub, dan kagum. Sembari melihat-lihat
lukisan, kamipun menyempatkan diri untuk berbincang dengan para maestro lukis
tersebut, mereka menceritakan pengalamannya dan kecintaannya pada melukis,
termasuk menceritakan teknik, dan bahan yang digunakan, bahkan mereka tidak
sungkan-sungkan memberi nasehat dan motivasi kepada kami untuk
selalu bersemangat dalam belajar, melakukan setiap pekerjaan dengan
kesungguhan, sepenuh hati dan dilakukan dalam keceriaan, maka sesulit apapun
pekerjaan tersebut, apabila kita melakukanya dengan gembira maka, tidak akan
terasa berat, bahkan kita akan segera menjadi ahli/maestro/expert dibidang
tersebut, hebat kan pesan mereka?
Selain dapat menimba ilmu
dari para maestro lukis, kami juga menikmati suasana yang ada, karena di Taman
Budaya Raden Saleh selain tempatnya luas di situ udaranya sejuk, karena banyak
pepohonan yang besar dan rindang, bahkan banyak spot-spot menarik yang dapat
kami jadikan sebagai background foto-foto narsis kami, pokoknya TBRS recomended
banget buat yang suka Hunfot (HuntingFoto). Namanya juga anak muda kalo
jalan-jalan ngga foto-foto atau mengabadikan momen rasanya tuh hampa banget,
so... kegiatan kunjungan ke Pazar Seni bukan kegiatan utama lagi, yang utama
adalah foto-foto he..he...bahkan saking sibuknya kami mengambil gambar
bersama-sama membuat heboh suasana di sekitar pameran, menjadi pusat
perhatian....itulah kami anak-anak muda yang selalu energik, ekspresif, penuh
semangat tapi tetap positif dalam bertingkah laku dan bersikap.
Mungkin ini pengalaman
yang sangat jarang akan terulang kembali, jadi kami bersyukur dan menikmatinya,
selain jadi tambah ilmu kita juga tambah akrab dengan teman-teman. Setelah
lelah berkeliling akhirnya tiba saatnya untuk pulang ke rumah masing-masing.....tetap
semangat dan kami semua sudah siap untuk membuat laporan kegiatan yang harus
dikumpulkan keesokan harinya.....cayoooo!!!!
SKITHERS Semangat...Tetap
Semangat....dan Akan Selalu Semangat!!!
Written by: Widya Alfi AW
(red: Al) 10B
Kamis, 27 Agustus 2015
| 2014-2015 | |
|---|---|
| KETUA | Elsa Dewantara |
| WAKIL KETUA | Ezra Dea Anggreani |
| SEKRETARIS | Ayu Anggraeni |
| Ivania Bachrul Ulum | |
| BENDAHARA | Fransisca Anastasya |
| Natasya Ninditya | |
| SEKBID I | Desi Natalia |
| Safitri Arum Sari | |
| SEKBID II | Aloysius Ferdinand |
| - | |
| SEKBID III | Natalia Revianka |
| Meyta Rahmatika | |
| SEKBID IV | Akbar Fajar Abadi |
| Yulius Andreas | |
| SEKBID V | Gerry Sandy Yudita |
| Sindu Dwi | |
| SEKBID VI | Angga Muhammad Rohim |
| Ardine Athalia | |
| SEKBID VII | Binta Mifta Khuromah |
| Silvi Ratnasari | |
| SEKBID VIII | Desi Yuliani |
| Stella Dwi Wahyu Widianingtias |
Rabu, 26 Agustus 2015
Serunya menyambut dan memeriahkan
HUT Kemerdekaan RI ke-70 bersama SMK KIMIA INDUSTRI THERESIANA SEMARANG atau
biasa di sebut SKITHERS, keseruan tersebut di tunjukkan dengan partisipasi
seluruh siswa-siswi serta bapak dan ibu guru SKITHERS, ada pula beberapa mahasiswa Universitas PGRI
Semarang yang sedang melakukan observasi PPL ikut berpartisipasi pula dalam
kegiatan ini. Semuanya mengikuti kegiatan dengan antusias dan semangat yang
menggebu-gebu.
Hay guys ,pastinya kalian tahu
kan pada hari senin tanggal 17 agustus 2015 itu adalah merupakan Hari Ulang
Tahun negara kita tercinta Indonesia yang ke-70 tahun, tidak kalah dengan
sekolah lain skithers pun dengan
sigap melalui seluruh pengurus OSIS SMK Kimia Industri Theresiana di bantu dan
dibimbing oleh beberapa senior dan guru pembimbing OSIS untuk membuat sebuah
acara untuk menyambut dan memeriahkan HUT RI yang ke-70 ini.
Kegiatan yang pertama adalah
melaksanakan upacara bendera yang dilaksanakan pada Hari Senin 17 Agustus 2015
di lapangan olahrga skithres, untuk
kegiatan selanjutnya pengurus OSIS telah membentuk panitia 17an dengan
mengadakan berbagai macam lomba yang dilaksanakan pada Hari Kamis dan Jumat tanggal
21-22 Agustus 2015, mungkin banyak orang mengira jika kegiatan lomba 17an tidak
akan meriah jika dilaksanakan setelah tanggal 17 Agustus tapi, ternyata
perkiraan itu salah besar karena anggapan tersebut malah menjadi motivasi untuk
panitia dan seluruh siswa untuk lebih bersemangat dalam menjalani kegiatan itu,
sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan sangat meriah dan seru. Serunya kegiatan tidak lepas dari banyaknya
lomba yang dipertandingkan dan banyaknya siswa dan warga sekolah yang lain
termasuk para guru yang ikut ambil bagian, adapun perlombaan yang
dipertandingkan dalam kegitan 17an tahun ini adalah :
- · Lomba Basket Sarung
- · Lomba Makan kerupuk
- · Lomba Baca puisi
- · Lomba Balon Totwit
- · Lomba Botol Goyang
- · Lomba Kebersihan Kelas
- · SKITHERS pintar
- · Fashion Show (dengan baju yg di buat dari barang bekas)
- · Lomba Yel-Yel
- · Lomba Goyang Gojigo
Hari pertama kegiatan lomba yaitu
pada Kamis 21 agustus 2015, acara pun di mulai pada pukul 07.00 dengan
melakukan apel pagi, absensi dan memberikan beberapa pengumuman tentang kegiatan
yang akan berlangsung pada hari itu. Lomba yang dipertandingkan pertama kali adalah
lomba basket sarung, pada lomba ini seperti permainan basket biasa hanya saja
pemain harus menggunakan sarung pada saat mengikuti lomba, perlombaan ini
berlangsung sangat meriah dan seru dengan diiringi back sound (musik). Tidak sedikit pula suporter masing-masing kelas
yang berteriak menyoraki team mereka dan ada pula yang menari dan bernyanyi
mengikuti alunan back sound yang ada,
sesekali saat tim mereka mencetak angka banyak sekali terdengar suporter yang
tertawa terbahak karena melihat selebrasi yang unik dan kocak dari beberapa pemain.
Kegiatan lomba basket tersebut
juga di barengi dengan perlombaan makan kerupuk yang dilaksanakan di sebelah
lapangan basket, lomba ini pun juga tidak kalah kocak dan serunya dengan
perlombaan basket sarung, pada perlombaan ini peserta adalah satu orang perwakilan
dari setiap kelas dan di dampingi oleh wali kelas masing-masing kelas, pada
perlombaan ini peserta dan wali kelas bekerja sama untuk menghabiskan kerupuk
yang di gantung pada tiang, di perlombaan ini peserta berlomba untuk
menghabiskan kerupuk, dan pada saat perlombaan berlangsung pun suasana menjadi
pecah dan sangat ramai dengan penonton yang tertawa terbahak-bahak karena
melihat wajah peserta yang kocak pada saat makan kerupuk.
Perlombaan berikutnya adalah
lomba baca puisi, pada perlombaan ini
masing-masing kelas memberikan 2 perwakilan dari kelasnya untuk unjuk gigig,
pada perlombaan ini peserta akan membacakan puisi yang telah dibuat sendiri dan
dibacakan di depan dewan juri, meskipun penonton yang ada pada lomba ini tidak
sebanyak perlombaan lainnya tetapi lomba ini juga tidak kalah ramainya dengan
lomba lain, hal ini dikarenakan hampir semua peserta terlalu menghayati dan
malah memberikan expresi wajah aneh yang membuat semua penonton di situ tertawa
lepas.
Perlombaan setelah itu adalah
balon totwit dan botol goyang yang berlangsung bersaman di lapangan, cara
bermain balon totwit adalah peserta terdiri dari 4 orang yang di beri 1 balon
dan balon tersebut harus di estafet kan sebanyak dua kali oleh satu team tersebut, tim yang
paling cepat melakukan estafet tanpa menjatuhkan balon adalah pemenangnya.
Perlombaan botol goyang juga tak kalah serunya , peserta harus
menggiring bola menggunakan botol yang diikat di pinggang menuju beberapa titik
dengan cara estafet ,perlombaan ini juga dimeriahkan oleh beberapa mahasiswa
PPL dan guru, hal ini juga yang menyebabkan kemeriahan karena tidak biasa
melihat seorang guru yang tadinya serius menjadi terlihat lucu dalam kegiatan
kali ini.
Lomba yang di lakukan setelah itu
adalah skithers pintar, pada
perlombaan ini siswa-siswi yang menjadi peserta di tes pengetahuan dan
kecerdikan mereka untuk menebak clue
(kata kunci) yang telah di sediakan oleh pantia, lomba ini mengadopsi
seperti acara di televisi eatbulaga
Indonesia.
Lomba yang berikutnya adalah Fashion show dengan kostum dari barang
bekas dan daur ulang, pada perlombaan pesertanya adalah satu pasang (cowok dan
cewek) dengan menggunakan pakaian yang di buat dari koran, kertas semen,
bungkus kopi dll, pada sesi ini
perwakilan kelas menunjukan karya bajunya yang di buat dari bahan bekas, banyak
sekali kreatifitas yang dimiliki sisiwa-siswi di skithers hal itu di tunjukan dari baju-baju yang mreka buat
untuk fashion show ini sungguh sangat
unik dan menarik.
Lomba berikutnya di laksanakan
pada Hari Jumat 22 agustus 2015, lomba yang pertama dilaksanakan adalah perlombaan goyang gojigo
(goyang dua lima) pada lomba ini peserta
harus goyang menggunakan lagu gojigo yang telah di tentukan oleh panitia, pada
sesi ini juga kreatifitas siswa-siswi di tuangkang dalam bentuk gerakan –
gerakan bebas yang mereka peragakan pada saat goyang gojigo, acara ini pun
sangat meriah dengan adanya iringan lagu
gojigo dan goyangan gojigio, perlombaan yel-yel juga sangat seru karena
mayoritas yel-yel yang di lombakan adalah yel-yel penyemangat, banyak kelas yang sangat kreatif membuat
yel-yel tersebut .
Demikianlah beberapa kegiatan
yang telah di laksanakan oleh seluruh siswa SMK Kimia Industri Theresiana
Semarang dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun RI ke-70,
semoga kegiatan ini tidak hanya sebuah uforia saja akan tetapi kita semua dapat
memaknai kegiatan ini dengan mengambil semangat perjuangan para pahlawan untuk
kita hidupkan di sanubari kita, sehingga sebagai generasi muda kita dapat
mengobarkan semangat itu untuk mengisi kemerdekaan ini dengan belajar, bekerja
dan berkarya demi kejayaan Negara tercinta Indonesia.
MERDEKA....MERDEKA....MERDEKA.....!!!
SKITHERS BISA........SKITHERS
TETAP JAYA!!
Written by : Filemon Dimas Aditya
(XI C)
Selasa, 18 Agustus 2015
Semua Perbedaan Itu Lebur Menjadi Satu Harmoni Di Dalam Taman
Surgawi Yang Indah Di Bawah Naungan Cinta Sang Illahi
Taman Surgawi (red: SMK Kimia Industri
Theresiana)
“Engkau adalah aku yang lainnya....mungkin kita
beda tubuh tapi tetap satu jiwa, jiwa yang bersatu dalam cinta yaitu cinta
Tuhan Yang Maha Mencintai” itulah
salah satu penggalan kata-kata puitis yang dilontarkan oleh Kiayi Budi Harjono,
yang memiliki makna yang dalam dan menyejukkan, sebagaimana beliau menjelaskan
bahwa, sebagai manusia kita semua adalah saudara, dari nenek moyang yang sama, yang
memiliki fitrah yang sama pula untuk berbuat kebaikan, mencegah keburukan dan
memakmurkan alam semesta raya (Amar ma'ruf nahi munkar), bahkan beliau juga menambahkan bahwa setiap
orang adalah cermin bagi diri kita sendiri, apabila yang kita lihat pada diri
orang lain buruk, maka sebenarnya keburukan itu ada pada diri kita juga,
begitupula sebaliknya apabila apa yang kita lihat pada diri orang lain baik,
sebenarnya kebaikan itu juga ada pada diri kita, jika saja kita semua punya
pemahaman seperti itu maka bumi ini akan sejuk dan damai, karena tidak ada orang
yang akan mengolok-olok orang lain, menganggap orang lain hina, dan menganggap
diri mereka paling baik karena saat kita hendak melakukan hal buruk maka kita
akan mengingat cermin diri yang akan memantulkan kembali keburukan itu pada
diri kita masing-masing....subhanallah betapa syahdunya hati ini ketika kami
mendengarnya seolah-olah seperti tetesan embun yang jatuh di hati kami yang
gersang, yang rindu kedamaian, sungguh menyejukkan.
Kami sangat
bersyukur sekali dapat menyelenggarakan kegiatan Pengajian Halal bi halal
keluarga besar SMK Kimia Industri Theresiana Semarang pada Hari Senin 10
Agustus 2015 yang lalu, dan bertambah rasa syukur kami karena dapat
menghadirkan Kiayi Budi Harjono Pengasuh Pondok Pesatren Al Islah Meteseh
Tembalang untuk memberikan tausiah pemaknaan halal bi halal di tengah-tengah
siwa-siswi kami yang heterogen, memiliki berbagai macam latar belakang baik itu
keluarga, suku dan agama. Beliau Kyiai Budi memberikan tausiah yang sangat
menarik sekali, dan kami semua sangat menikmatinya, bahasanya santai, cerdas,
penuh canda, puitis, tidak menggurui serta makna dari setiap apa yang
disampaikan sangat dalam hingga sampai di hati, sedikit berlebihan mungkin tapi
memang itulah yang dapat kami gambarkan dari apa yang disampaikan Kyiai Budi
Harjono dalam pengajian tersebut, sungguh menginspirasi dan memberikan
perspektif cerdas bahwa, pengajian yang biasanya disampaikan dengan sangat
serius, hikmat, tetapi oleh Kyiai Budi pengajian tersebut dapat di kemas dalam
bahasa yang komunikatif, ringan, puitis, kocak namun isinya tetap berbobot ,
beliau menegaskan inilah bahasa cinta, tidak membuat orang ketakutan, cemas
tetapi sebaliknya membuat kita bersuka cita.
Kiayi Budi
juga menjelaskan bahwa sebagai manusia yang hidup di bumi, kita semua adalah
sama, sama-sama sedang menjalani sebuah proses penempaan untuk mendapatkan
cintaNya, cinta dari Tuhan Yang Maha Esa, pada proses penempaan inilah yang
seringkali membuat kita tidak saling memahami, justru saling menyalahkan, saling
curiga, menganggap diri paling benar, yang akhirnya menjadikan hubungan kita
sebagai sesama manusia mengalami disharmonisasi seperti yang sering kita jumpai
dalam kehidupan bermasyarakat dewasa ini. Kyai Budi mengibaratkan sebagian dari
kita adalah seperti butiran padi, dan sebagian lain seperti butiran gandum,
untuk dapat menjadi nasi atau roti yang bisa dinikmati, maka padi dan gandum
tadi harus melewati beberapa proses yang berbeda, agar padi dapat menjadi
butiran beras maka perlu ditumbuk atau digiling, dengan maksud bukan untuk menghancurkannya,
tetapi untuk memisahkan kulit sekam yang kasar dari isinya, setelah didapat
butiran-butiran beras proses itu belum selesai, untuk bisa dikonsumsi beras
yang kelihatannya bersih masih perlu dicuci, dan ternyata kita dapatkan air
cucian beras terlihat keruh yang menandakan bahwa beras masih kotor, setelah
bersih maka beras itu akan di masak di atas tungku yang di bawahnya menyala api yang membara sampai akhirnya
beras tadi matang dan menjadi nasi, begitu pula biji gandum, dalam proses untuk
menjadi roti, gandum harus dipisahkan dari kulitnya lalu ditumbuk untuk menjadikannya
butiran yang lebih halus berupa tepung sehingga dapat mudah untuk diolah dan
dicampur dangan bahan yang lain untuk selanjutnya dimasak dan akhirnya menjadi
roti.
Antara beras
dan gandum menjalani proses yang masing-masing berbeda tetapi proses itu
mengarah pada tujuan yang sama yaitu menjadi sesuatu yang dapat dikonsumsi dan
berguna, dan seperti itulah hidup kita, mungkin kita memilih proses penempaan yang
berbeda-beda sesuai apa yang kita yakini, sesuai petunjuk-petunjuk Illahi yang
telah diturunkan ke bumi, dan bagi kita pilihan-pilihan yang berbeda itu tidak
seharusnya menjadikan kita tidak mau memahami pilihan orang lain sehingga kita menjadi lupa tujuan dari proses itu
sendiri, maka janganlah kita terlalu meributkan dan memperdebatkan setiap
prosesnya akan tetapi hasilnya, apabila hasil dari proses itu baik maka, akan
mudah untuk dikenali semua orang, apapun agamanya, latar belakangnya, sukunya
ataupun rasnya, karena kebaikan dimanapun bersifat universal seperti perkataan
yang kami sunting dari Almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) “ Tidak penting apapun agama atau
sukumu...Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang
tidak pernah tanya apa agamamu...”
Kiayi Budi
juga mengajak siswa-siswi SMK Kimia Industri Theresiana untuk mau menjalani
proses penempaan seperti layaknya butiran padi dan biji gandum tadi dengan
tulus, ikhlas dan sungguh-sungguh. Kiayi Budi mengibaratkan sekolah adalah
kawah candradimuka, tempatnya gulowentah,
menempa setiap siswa untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik, dan tentunya
semua poses yang dijalani baik oleh guru, siswa atau siapa saja yang termasuk
di dalamnya harus menggunakan laku dan bahasa cinta yang penuh kesantunan,
kemesraan, kasih sayang, saling menghargai, saling menghormati, saling memahami
dan saling melengkapi menjadi sebuah sinergi yang indah selayaknya taman surgawi.
Bahasa-bahasa
puitis, nan jenaka itulah yang menjadikan suasana riuh, ceria, semua siswa,
guru tersenyum lebar sambil sesekali menggeleng-gelengkan kepala, seolah
terpesoana oleh kata-kata seorang pujangga, semua melebur dalam suka cita dan
lebih tepat jika pengajian ini kita sebut sebagai obrolan cinta sahabat lama
yang bertemu dalam ruang kerinduan antara aku, engkau dan Dia.
Kiayi Budi
juga memperkenalkan kami pada sebuah tarian yang syarat makna akan fitrah
manusia yang rindu akan cinta kepada Sang Illahi yang diperagakan oleh murid-murid
beliau, tari itu beliau sebut tari sufi, yang dimulai dengan membungkuk penuh
kepasrahan yang mengisyaratkan bahwa manusia adalah makhluk yang tidak berdaya
di hadapan Sang Illahi, yang harus mau mengakui segala kekurangan dan kesalahannya, lalu berdiri tegap dengan tangan
disilangkan ke dada yang menandakan bahwa apapun yang kita lakukan dan katakan
akan kembali kepada diri sendiri, sehingga apapun yang keluar dari setiap diri
adalah hanya kebaikan, lalu berputar-putar ke arah kiri seperti susunan tata
surya berputar menandakan bahwa kita harus melakuakn harmonisasi dengan alam
semesta sebagai tanda kepatuhan kita kepada Sang Illahi, dan pada saat tertentu
kedua tangan menyilang di perut yang menandakan kita harus bisa menahan sifat
dasar kita yang negatif/hawa nafsu yang berlebihan, dan putaran yang
terus-menerus dengan kedua tangan menengadah ke atas adalah tanda bahwa kita
harus bersuka cita menjalani kehidupan dengan menggantungkan diri hanya kepadaNYA
dan hanya mengharap cinta dariNYA.
Ini
merupakan hal baru bagi kami, dan dengan acara pengajian ini, kami semua tidak hanya
mendapatkan keceriaan, kesegaran rohani, tetapi pengetahuan baru mengenal
kebudayaan yang mungkin masih asing bagi kami. Mungkin pertemuan kami dengan
Kiayi Budi hanya singkat, akan tetapi apa yang kami dapatkan benar-benar sangat
berarti, baik sebagai pribadi, sebagai siswa, guru, pemimpin, keluarga,
masyarakat dan sebagai manusia yang sedang berproses bersama menuju tujuan yang
luhur yaitu kebaikan.
Kami berharap
kegiatan sepert i ini akan dapat terus kita laksanakan di SMK Kimia Industri
Theresiana Semarang, dengan harapan agar siswa-siswi kami menjadi generasi yang
penuh kasih, menghargai perbedaan, toleransi, dan menjadikan perbedaan yang ada
bukan sebagai kelemahan justru menjadi kekuatan dan kekayaan yang dimiliiki
oleh Bangsa Indonesia, sebagaimana semboyan Bhineka Tunggal Ika, yang bersama-sama
dalam gandengan tangan yang mesra mengembangkan
pribadi yang berbudi pekerti luhur dalam suasana cinta damai.
Mudah-mudahan
tulisan ini dapat menginspirasi diri kami sendiri dan saudara-saudara kami yang
lain, untuk menjadi pribadi penuh kasih dan cinta seperti apa yang telah Tuhan
ajarkan kepada kita semua dengan segala perbedaan yang ada berproses bersama menjadi
pribadi-pribadi yang lebih baik serta menjadikan hidup ini lebih berwarna dan
indah. Salam Cinta dari SMK Kimia Industri Theresiana...
Rabu, 05 November 2014
Tidak kalah seru dengan pemilihan kepala daerah atau pemilihan presiden, pemilihan dengan pemungutan suara pun dilaksanakan di SMK Kimia Industri Theresiana Semarang untuk menentukan posisi ketua dan wakil ketua OSIS. Setelah mengadakan seleksi pemilihan calon ketua dan calon wakil ketua OSIS selama kurang lebih 3 minggu, akhirnya pemilu untuk menentukan ketua dan wakil ketua OSIS yang baru dapat dilaksanakan dengan LUBERJURDIL ( Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil).
Pemilihan yang dilaksanakan pada hari rabu, tanggal 8 Oktober 2014 di sekolah SMK Kimia Industri Theresiana Semarang menghadirkan 3 pasang calon ketua dan wakil ketua OSIS SMK Kimia Industri Theresiana Semarang periode 2014-2015. Diantaranya, pasangan dengan nomor urut 1.Aloysius Ferdinand K sebagai calon ketua OSIS dan Ardine Athalia Christian sebagai calon wakil ketua OSIS, pasangan dengan nomor urut 2. Stella Dwi Widyadiningtyas sebagai calon ketua OSIS dan Safitri Arum Sari sebagai calon wakil ketua OSIS, serta pasangan dengan nomor urut 3. Elsa Dewantara sebagai calon ketua OSIS dan Ezra Dea sebagai calon wakil ketua OSIS.
Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB diikuti oleh bapak kepala sekolah, bapak wakil kepala sekolah, bapak ibu guru, siswa-siswi SMK Kimia Industri Theresiana Semarang. Acara ini diawali dengan doa dilanjutkan dengan pengarahan pada masing-masing kandidat tentang aturan pemilu. Dalam kesempatan ini para pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS diberikan kesempatan untuk menyampaikan Visi, Misi dan Rencana Program Kerja mereka dalam menjalakan OSIS satu tahun ke depan, dalam penyampaian Visi, Misi dan Rencana Program Kerja masing-masing kandidat didampingi oleh kakak-kakak OSIS yang bertugas sebagai Komisi Pemilihan Umum OSIS SMK Kimia Industri Theresiana.
Penyampaian Visi, Misi dan RENPROKER yang pertama yaitu penyampaian di depan seluruh bapak dan ibu guru SMK Kimia Industri Theresiana Semarang yang bertempat di ruang guru, dilanjutkan dengan penyampaian di depan siswa-siswi SMK Kimia Industri Theresiana Semarang yang bertempat pada ruang kelas masing-masing sekaligus proses pemungutan suara pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS yang baru oleh bapak ibu guru serta siswa-siswi SMK Kimia Industri Theresiana Semarang melalui surat suara yang dibagikan setelah penyampaian Visi, Misi dan RENPROKER masing-masing kandidat selesai. Dalam penyampaian Visi, Misi dan Rencana Program Kerja, masing-masing kandidat berusaha menjelaskan dan menyakinkan Visi, Misi dan Rencana Program Kerjanya tersebut kepada bapak ibu guru serta siswa-siswi SMK Kimia Industri Theresiana Semarang sehingga dapat yakin untuk memilih kandidat tersebut.
Setelah penyampaian Visi, Misi dan Rencana Program Kerja serta pemungutan suara selesai, acara dilanjutkan dengan perhitungan surat suara. Acara ini dihadiri oleh pembina OSIS, anggota OSIS, ketua kelas dari masing-masing kelas yang bertindak sebagai saksi dalam perhitungan surat suara, serta kandidat calon ketua dan wakil ketua OSIS yang baru. Setelah perhitungan suara yang berjalan ketat antar masing-masing kandidat selesai, akhirnya kandidat yang terpilih sebagai ketua dan wakil ketua OSIS yang baru adalah kandidat dengan nomor urut 3, yaitu Elsa Dewantara dan Ezra Dea.
Adapun hasil rekapitulasi pemungutan suara sebagai berikut:
Keterangan:
Nilai Suara
1.Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah = 5 poin
2.Guru = 3
3.OSIS kelas XII = 2
4.Siswa = 1
Kami sebagai siswa SMK Kimia Industri Theresiana Semarang berharap, kegiatan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya, karena kegiatan ini sangat penting bagi siswa, atau sebagai generasi muda untuk bisa belajar dan mendapatkan pendidikan berdemokrasi sejak dini, sehingga pada akhirnya nanti generasi muda ini menjadi masyarakat yang cerdas dan bijak dalam bersikap, bertindak terutama dalam kehidupan yang demokratis, seperti kita ketahui bahwa Bangsa Indonesia adalah salah satu bangsa terbesar di dunia yang menganut pemerintahan yang demokratis.
Sedangkan bagi kandidat ketua dan wakil ketua OSIS, kegiatan ini akan menjadi sebuah pengalaman berharga sekaligus sebagai proses penyaringan (Pontential Leadership Screening) yang nantinya akan membentuk para calon kandidat tersebut menjadi pribadi yang tangguh, bertanggungjawab, pemberani, dan berjiwa ksatria. Proses-proses seperti inilah yang dapat membentuk karakter mereka menjadi pemimpin yang dapat diteladani oleh seluruh siswa SMK Kimia Industri Theresiana.
Dari tujuan dan manfaat kegiatan pemilu OSIS yang sudah dijabarkan di atas ada hal yang tidak kalah penting dari diadakannya acara pemilu ini, yaitu dalam prosesnya diharapkan pengurus OSIS dan seluruh siswa SMK Kimia Industri Theresiana dapat menjiwai semagat 4K (Kasih, Kompeten, Kerja keras, Kreatif) dan mengaplikasikannya dalam kehidupan masing-masing sehingga menjadi pribadi yang lebih baik yang berguna bagi diri sendiri, orang lain, lingkungan terlebih bagi Bangsa Indonesia tercinta. SMK Kimia Industri Theresiana Semarang
DASYAT... LUAR BIASA... YES..YES..YES...
Written By: Elsa Dewantara
Pemilihan yang dilaksanakan pada hari rabu, tanggal 8 Oktober 2014 di sekolah SMK Kimia Industri Theresiana Semarang menghadirkan 3 pasang calon ketua dan wakil ketua OSIS SMK Kimia Industri Theresiana Semarang periode 2014-2015. Diantaranya, pasangan dengan nomor urut 1.Aloysius Ferdinand K sebagai calon ketua OSIS dan Ardine Athalia Christian sebagai calon wakil ketua OSIS, pasangan dengan nomor urut 2. Stella Dwi Widyadiningtyas sebagai calon ketua OSIS dan Safitri Arum Sari sebagai calon wakil ketua OSIS, serta pasangan dengan nomor urut 3. Elsa Dewantara sebagai calon ketua OSIS dan Ezra Dea sebagai calon wakil ketua OSIS.
Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB diikuti oleh bapak kepala sekolah, bapak wakil kepala sekolah, bapak ibu guru, siswa-siswi SMK Kimia Industri Theresiana Semarang. Acara ini diawali dengan doa dilanjutkan dengan pengarahan pada masing-masing kandidat tentang aturan pemilu. Dalam kesempatan ini para pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS diberikan kesempatan untuk menyampaikan Visi, Misi dan Rencana Program Kerja mereka dalam menjalakan OSIS satu tahun ke depan, dalam penyampaian Visi, Misi dan Rencana Program Kerja masing-masing kandidat didampingi oleh kakak-kakak OSIS yang bertugas sebagai Komisi Pemilihan Umum OSIS SMK Kimia Industri Theresiana.
Penyampaian Visi, Misi dan RENPROKER yang pertama yaitu penyampaian di depan seluruh bapak dan ibu guru SMK Kimia Industri Theresiana Semarang yang bertempat di ruang guru, dilanjutkan dengan penyampaian di depan siswa-siswi SMK Kimia Industri Theresiana Semarang yang bertempat pada ruang kelas masing-masing sekaligus proses pemungutan suara pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS yang baru oleh bapak ibu guru serta siswa-siswi SMK Kimia Industri Theresiana Semarang melalui surat suara yang dibagikan setelah penyampaian Visi, Misi dan RENPROKER masing-masing kandidat selesai. Dalam penyampaian Visi, Misi dan Rencana Program Kerja, masing-masing kandidat berusaha menjelaskan dan menyakinkan Visi, Misi dan Rencana Program Kerjanya tersebut kepada bapak ibu guru serta siswa-siswi SMK Kimia Industri Theresiana Semarang sehingga dapat yakin untuk memilih kandidat tersebut.
Setelah penyampaian Visi, Misi dan Rencana Program Kerja serta pemungutan suara selesai, acara dilanjutkan dengan perhitungan surat suara. Acara ini dihadiri oleh pembina OSIS, anggota OSIS, ketua kelas dari masing-masing kelas yang bertindak sebagai saksi dalam perhitungan surat suara, serta kandidat calon ketua dan wakil ketua OSIS yang baru. Setelah perhitungan suara yang berjalan ketat antar masing-masing kandidat selesai, akhirnya kandidat yang terpilih sebagai ketua dan wakil ketua OSIS yang baru adalah kandidat dengan nomor urut 3, yaitu Elsa Dewantara dan Ezra Dea.
Adapun hasil rekapitulasi pemungutan suara sebagai berikut:
| NO URUT | NAMA KANDIDAT | PEROLEHAN SUARA |
|---|---|---|
| Kandidat 1 | Aloysius Ferdinan AK & Ardhine Athalia C | 110 |
| Kandidat 2 | Stella Dwi W & Safitri Arumsari | 56 |
| Kandidat 3 | Elsa Dewantara & Ezra Dea A | 111 |
| Surat Suara Rusak | 55 | |
| Total Suara | 332 |
Nilai Suara
1.Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah = 5 poin
2.Guru = 3
3.OSIS kelas XII = 2
4.Siswa = 1
Kami sebagai siswa SMK Kimia Industri Theresiana Semarang berharap, kegiatan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya, karena kegiatan ini sangat penting bagi siswa, atau sebagai generasi muda untuk bisa belajar dan mendapatkan pendidikan berdemokrasi sejak dini, sehingga pada akhirnya nanti generasi muda ini menjadi masyarakat yang cerdas dan bijak dalam bersikap, bertindak terutama dalam kehidupan yang demokratis, seperti kita ketahui bahwa Bangsa Indonesia adalah salah satu bangsa terbesar di dunia yang menganut pemerintahan yang demokratis.
Sedangkan bagi kandidat ketua dan wakil ketua OSIS, kegiatan ini akan menjadi sebuah pengalaman berharga sekaligus sebagai proses penyaringan (Pontential Leadership Screening) yang nantinya akan membentuk para calon kandidat tersebut menjadi pribadi yang tangguh, bertanggungjawab, pemberani, dan berjiwa ksatria. Proses-proses seperti inilah yang dapat membentuk karakter mereka menjadi pemimpin yang dapat diteladani oleh seluruh siswa SMK Kimia Industri Theresiana.
Dari tujuan dan manfaat kegiatan pemilu OSIS yang sudah dijabarkan di atas ada hal yang tidak kalah penting dari diadakannya acara pemilu ini, yaitu dalam prosesnya diharapkan pengurus OSIS dan seluruh siswa SMK Kimia Industri Theresiana dapat menjiwai semagat 4K (Kasih, Kompeten, Kerja keras, Kreatif) dan mengaplikasikannya dalam kehidupan masing-masing sehingga menjadi pribadi yang lebih baik yang berguna bagi diri sendiri, orang lain, lingkungan terlebih bagi Bangsa Indonesia tercinta. SMK Kimia Industri Theresiana Semarang
DASYAT... LUAR BIASA... YES..YES..YES...
Written By: Elsa Dewantara
Rabu, 10 September 2014
Selamat pagi!!
Pagi..pagi..pagi SMKKI Yes!!
Siapa Kita? Skithers
Jiwa Kita? Merah-Putih
Semangat Kita? Pantang Mundur
Itu tadi sepenggal yel-yel penyemangat yang kami teriakkan dalam kegiatan pengembangan diri yang dilaksanakan pada tanggal 28-29 Agustus 2014, kegiatan tersebut tepatnya dilaksanakan Yonif 400/Raider yang berada di jalan Setia Budi, Srondol Semarang. Kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan oleh SMK Kimia Industri Theresiana Semarang . Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kewiraan tersebut diikuti seluruh siswa kelas X (Sepuluh) yang berjumlah 81 siswa yang terdiri dari 49 Siswa Putri dan 32 Siswa Putra.
Kamis, 28 Agustus 2014 sekitar pukul 08.30 WIB kami bertolak dari sekolah menuju Banteng Raider diangkut menggunakan 3 truk tentara yang sangat besar, ada perasaan cemas, takut, gembira juga bangga, selayaknya para serdadu kami merasa seperti akan berangkat ke medan perang demi membela tanah air tercinta. (Cie..cie..jiwa patriotismenya muncul)
Sepanjang perjalanan, semua sangat bersemangat, tidak lama sekitar 15 menit kemudian, akhirnya kami sampai di Banteng Raider. Di sana bersih, hijau dan tertata rapi, itu yang kami lihat pertama kali. Turun dari truk kemudian kami baris berdasarkan kelas masing-masing, setelah itu dibagi menjadi 3 pleton yang masing-masing terdiri dari 27 orang. Kami dipersilahkan untuk meletakkan tas ke tenda yang telah disiapkan. Ada 3 tenda, 2 untuk putri dan 1 untuk putra. Setelah mengikuti acara pembukaan, kami berlatih baris-berbaris sampai pukul 11.30 WIB.
Kemudian kami berjalan menuju rumah makan pandawa untuk makan siang. Ternyata makanpun harus ada tata caranya. Jadi sampai di sana kami tidak langsung makan, namun dilatih terlebih dulu agar menguasai tata cara atau prosedurnya. Sebelum masuk ruang makan, kita harus laporan terlebih dahulu, setelah pelatih menilai bahwa kami benar dalam melakukan laporan, maka kami baru diperbolehkan untuk masuk dan mengambil makanan, dan sebaliknya apabila laporan kami kurang sempurna, maka kami harus mengulang dan antre di baris paling belakang (pokoknya ekstra konsentrasi dan sabar).
Kalau biasanya tempat makan yang umum kita gunakan itu piring, namun di sana berbeda, kami makan menggunakan ompreng yaitu tempat makan yang terbuat dari sejenis kaleng atau besi stainless steel. Setelah mengambil makanan kita harus duduk rapi di lantai, menata ompreng serapi mungkin dan tidak boleh miring sedikitpun. Kami tidak boleh langsung makan terlebih dahulu, harus menunggu semuanya mengambil makanan dan duduk rapi. Ternyata tata caranya tidak cukup sampai disini, ternyata masih ada peraturan berikutnya, harus duduk siap yaitu duduk sila dengan posisi tegak, tangan lurus di lutut, dan pandangan lurus ke depan. Di saat pelatih mengarahkan, ternyata ada salah satu siswa telah makan terlebih dulu, pelatih menyuruhnya berdiri di pojok dengan membawa omprengnya sebagai bentuk konskuensi atas kesalahannya tidak mengikuti aturan. Berlanjut ke peraturan beikutnya, doa, ada juga kode makan. Bunyinya “hap. haaaaaap. pyeng-pyeng, pyeng-pyeng. hap” Ini hal yang menurut saya lucu, unik dan menyenangkan.
Di saat makan, tidak boleh ada suara ompreng, dan ada satu prinsip yang bagus, yaitu “sendok mencari mulut, bukun mulut yang mencari sendok” (sederhana tapi sering kali kita lupa) dan makanan yang kami makan harus habis dalam hitungan detik yang di tentukan pelatih. Kami sangat cemas, karena kebanyakan dari kami terbiasa makan lambat. Namun karena kecemasan kami itu, ketika kami berusaha ternyata kami juga bisa makan dengan waktu yang singkat. Ada hal unik lagi (kejutan lagi) selesai makan pelatih memberi tugas kepada kami untuk menyimpan kulit pisang yang sudak kami makan isinya dengan baik (entah apa maksudnya, udah kerjain aja, daripada dapat hukuman) pikir kami.
Setelah semua selesai makan, kami bergantian untuk mencuci alat makan masing-masing. Dalam waktu yang singkat namun hasil mencucinya juga harus besih dan ditata kembali pada tempatnya. Kami segera berbaris kembali di depan rumah makan Pandawa dan berjalan menuju lapangan PBB. Di sana lapangannya lumayan luas, namun permukaaannya sudah rusak dan tidak rata. Lapangan PBB tersebut dikeliling bangunan-bangunan untuk garasi kendaraan TNI (para pelatih menyebutnya lapangan hitam). Di sana, kami dilatih bagaimana baris berbaris yang benar, namun saat itu ada beberapa teman kami yang merasa tidak kuat atau sakit, jadi mereka meminta ijin untuk istirahat. Para pelatih mengatakan kepada kami semua, bahwa mereka yang tiba-tiba sakit itu adalah cengeng, bermain watak, tidak punya daya juang, dan para pelatih akan tidak segan-segan untuk memberi treatment khusus kepada mereka yang berpura-pura. Ternyata gertakan itu membuat beberapa teman kami yang sudah mulai lemas dan mengeluh menjadi kembali bersemangat (karena takut kalee!!! He..he..).
Hari mulai sore, kegitan PBB dihentikan, untuk memberi kesempatan yg beragama muslim beribadah. Selesai beribadah berlanjut makan malam di rumah makan pandawa dengan tata cara yang sama. Setelah itu acara pembinaan kepribadian dan latihan lagu yel2. Kami sangat lelah dan mengantuk, kaki mulai terasa pegal dan ingin tidur (sambil membayangkan betapa empuknya kasur yang ada di rumah).
Pukul 22.00 WIB kami kembali ke tenda dan diperbolehkan untuk istirahat, kami langsung ke tenda dan tempat tidur masing-masing, setelah membereskan perlengkapan kami mulai merebahkan badan di velbed (tempat tidur lipat khas tentara) tidak ada yang kami khawatirkan lagi karena saking capenya kami langsung tertidur pulas, bahkan udara dingin dan nyamuk-nyamuk jumbo yang berpesta menghisap darah kami tidak kami hiraukan alias tidak terasa lagi. Sampai pukul 04.00 pagi semuanya sudah bangun, kami segera mandi. Karena kamar mandi di sana terbatas dan waktu yang di sediakan sedikit jadi kami harus mandi dengan cepat agar semuanya juga bisa mandi.
Hari kedua pukul 04.30 WIB kami sudah bersiap untuk senam pagi, kemudian melakukan kebersihan lingkungan, sarapan dan outbond. Ada yang takut ketinggian, jujur saat itu kami sangat takut. Pada saat melewati jebatan tali 2 memang belum menakutkan, namun setelah itu flyingfox . awalnya kami merasa tidak takut dan ingin segera mencobanya, namun ternyata setelah naik tangga dan sampai atas, kaki langsung gemetar, jantung berdebar-debar kencang. Namun karena rasa penasaran kami, akhirnya BONEK (bondo nekat) alias meberanikan diri... dan rasanya.. wow, ternyata tidak begitu menyeramkan.
Outbond yang ketiga yaitu meluncur rappelling (meluncur dari ketinggian dengan menggunakan tali), dari bawah kami sudah ciut nyali, sepertinya kami tidak berani naik yang ini. Kami hanya melihat beberapa pelatih yang sangat berani memberikan contoh turun dari atas dengan tali. Lama-lama melihat mereka, kami menjadi ingin naik juga, dan kami mulai menyemangati diri kami masing-masing dengan berfikir “kesempatan ini cuma sekali sayang kalau tidak mencobanya” dengan berfikiran itu, kami menjadi lebih berani. Kami tidak tau apakah nanti setelah sampai di atas berani meluncur atau tidak, yang penting kami sudah mencoba berani dulu. Ketika sampai di tangga pertengahan sebagian besar dari kami merasa kaki mulai gemetar, jantung berdetak kencang. Namun kami melihat salah satu teman yang berada di atas kami, “dia saja, berani sampai atas, masa kami tidak?” kami kembali menaiki anak tangga hingga akhirnya kami telah berada di puncak menara setinggi 15 m. Wow sangat menegangkan, mulai ragu, ingin buang air kecil, dan rasanya ingin turun kembali. Setelah beberapa menit di atas, kami mulai bisa mengendalikan perasaan dan rasa takut kami. Dengan rasa yakin kami beranikan diri untuk meluncur dan berteriak “SKITHERS” . setelah sampai bawah, kami heran. Apa tadi itu kami? (sulit dipercaya) yang sebelumnya takut ketinggian ternyata bisa juga meluncur rappelling.
Sekitar pukul 17.00 kegiatan outbond selesai. Semuaya diperbolehkan bersih-bersih diri. Setelah itu beribadah dan berkumpul kembali di lapangan. Kami menuju rumah makan pandawa untuk makan malam bersama. Masih dengan aturan yang sama. Selesai makan malam, kami diajari bermacam-macam yel-yel. Semua menyanyi dengan penuh semangat. Acara selesai dan kamipun diperbolehkan kembali ke tenda kami masing-masing untuk istirahat.
Pukul 01.00 WIB pagi tiba-tib terdengar suara ledakan yang sangat keras, semuanya bangun. kami sangat terkejut, sampai ada yang terjatuh, terlilit selimut. Saat itu suhunya masih sagat dingin, sampai beberapa dari kami menggigil. Kami diarahkan ke suatu tempat, di mana tempat itu sangat gelap, dan banyak pohon. Ketika pelatih bertanya siapa yang merasa sakit, untuk mundur. Ternyata yang sakit, entah benar-benar sakit atau pura-pura ada sekitar 50an siswa, kemudian yg termasuk dalam kelompok itu diberi nama kelompok bodrek, benar ternyata apa yang disampaikan para pelatih bagi mereka yang berpura-pura akan mendapat perlakuan khusus/alias obat dalam bentuk hukuman, dan luar biasanya setelah ada salah satu anak dari kelompok itu diberi perlakuan khusus, tiba-tiba banyak yang mendadak jadi sehat (ha..ha.. menggelikan sekali, itu tadi yang namanya sakit mental).
Kami di bagi menjadi 12 gelombang, satu gelombang terdiri dari 5 orang. Kami ditugaskan untuk mencari jejak, sungguh awalnya kami sangat takut, namun karena terbiasa di tempat itu, kami mulai berani, dan menghilangkan rasa takut itu. Saat perjalanan mencari jejak itu, banyak pelatih yang menakut-nakuti, seperti di kejutkan lah, suara orang menangis dan banyak lagi, apalagi saat itu keadaannya gelap dan dingin jadi suasana juga sedikit mencekam. Hehehe. (Auuuuu...Auuuuu kaya mister Tukul aja)
Sampai pukul 05.00WIB jejak malam selesai, kami kembali ke tenda untk cuci muka, kemudian senam pagi bersama, setelah itu makan pagi dan bersiap-siap untuk pulang. Dari kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kewiraan ini kami mendapatkan banyak ilmu kehidupan yaitu;
Kegiatan ini akan menjadi kenangan yang takkan terlupakan, dan nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan akan kami bawa sapanjang hayat kami. Kami ucapkan terimakasih untuk sekolah kami tercinta SMK Kimia Industri Theresiana Semarang yang telah memfasilitasi kami untuk mengikuti kegiatan, kami ucapkan terima kasih pula kepada Bapak/Ibu guru yang telah besedia mendampingi kami, mengorbankan waktu, meninggalkan keluarga masing-masing demi kami, begitu juga kepada para pelatih dari kesatuan Banteng Raider, yang telah mendidik kami dengan sungguh-sungguh, tulus, selayaknya kami semua adalah putra-putrinya sendiri, dan tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Baik, yang telah menentukan kejadian dan kesempatan itu kepada kami, semoga ini menjadi bagian dari rencanaNya yang indah untuk kami semua Amien.
Teman-teman jangan lupakan lagu kita ya!!
SMKKI beraksi
Walau panas terik matahari
Berjuta kali kami slalu beraksi
Bagiku itu langkah pasti
Hari-hari esok adalah milik kita
SMKKI kebanggaan bersama
Maju terus itulah semboyannya
Yang slalu santun dan bersahaja
Marilah kawan mari kita nyanyikan
Sebuah lagu, lagu kesusksesan 2X
Writen by: Desi Natalia XB
Pagi..pagi..pagi SMKKI Yes!!
Siapa Kita? Skithers
Jiwa Kita? Merah-Putih
Semangat Kita? Pantang Mundur
Itu tadi sepenggal yel-yel penyemangat yang kami teriakkan dalam kegiatan pengembangan diri yang dilaksanakan pada tanggal 28-29 Agustus 2014, kegiatan tersebut tepatnya dilaksanakan Yonif 400/Raider yang berada di jalan Setia Budi, Srondol Semarang. Kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan oleh SMK Kimia Industri Theresiana Semarang . Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kewiraan tersebut diikuti seluruh siswa kelas X (Sepuluh) yang berjumlah 81 siswa yang terdiri dari 49 Siswa Putri dan 32 Siswa Putra.
Kamis, 28 Agustus 2014 sekitar pukul 08.30 WIB kami bertolak dari sekolah menuju Banteng Raider diangkut menggunakan 3 truk tentara yang sangat besar, ada perasaan cemas, takut, gembira juga bangga, selayaknya para serdadu kami merasa seperti akan berangkat ke medan perang demi membela tanah air tercinta. (Cie..cie..jiwa patriotismenya muncul)
Sepanjang perjalanan, semua sangat bersemangat, tidak lama sekitar 15 menit kemudian, akhirnya kami sampai di Banteng Raider. Di sana bersih, hijau dan tertata rapi, itu yang kami lihat pertama kali. Turun dari truk kemudian kami baris berdasarkan kelas masing-masing, setelah itu dibagi menjadi 3 pleton yang masing-masing terdiri dari 27 orang. Kami dipersilahkan untuk meletakkan tas ke tenda yang telah disiapkan. Ada 3 tenda, 2 untuk putri dan 1 untuk putra. Setelah mengikuti acara pembukaan, kami berlatih baris-berbaris sampai pukul 11.30 WIB.
Kemudian kami berjalan menuju rumah makan pandawa untuk makan siang. Ternyata makanpun harus ada tata caranya. Jadi sampai di sana kami tidak langsung makan, namun dilatih terlebih dulu agar menguasai tata cara atau prosedurnya. Sebelum masuk ruang makan, kita harus laporan terlebih dahulu, setelah pelatih menilai bahwa kami benar dalam melakukan laporan, maka kami baru diperbolehkan untuk masuk dan mengambil makanan, dan sebaliknya apabila laporan kami kurang sempurna, maka kami harus mengulang dan antre di baris paling belakang (pokoknya ekstra konsentrasi dan sabar).
Kalau biasanya tempat makan yang umum kita gunakan itu piring, namun di sana berbeda, kami makan menggunakan ompreng yaitu tempat makan yang terbuat dari sejenis kaleng atau besi stainless steel. Setelah mengambil makanan kita harus duduk rapi di lantai, menata ompreng serapi mungkin dan tidak boleh miring sedikitpun. Kami tidak boleh langsung makan terlebih dahulu, harus menunggu semuanya mengambil makanan dan duduk rapi. Ternyata tata caranya tidak cukup sampai disini, ternyata masih ada peraturan berikutnya, harus duduk siap yaitu duduk sila dengan posisi tegak, tangan lurus di lutut, dan pandangan lurus ke depan. Di saat pelatih mengarahkan, ternyata ada salah satu siswa telah makan terlebih dulu, pelatih menyuruhnya berdiri di pojok dengan membawa omprengnya sebagai bentuk konskuensi atas kesalahannya tidak mengikuti aturan. Berlanjut ke peraturan beikutnya, doa, ada juga kode makan. Bunyinya “hap. haaaaaap. pyeng-pyeng, pyeng-pyeng. hap” Ini hal yang menurut saya lucu, unik dan menyenangkan.
Di saat makan, tidak boleh ada suara ompreng, dan ada satu prinsip yang bagus, yaitu “sendok mencari mulut, bukun mulut yang mencari sendok” (sederhana tapi sering kali kita lupa) dan makanan yang kami makan harus habis dalam hitungan detik yang di tentukan pelatih. Kami sangat cemas, karena kebanyakan dari kami terbiasa makan lambat. Namun karena kecemasan kami itu, ketika kami berusaha ternyata kami juga bisa makan dengan waktu yang singkat. Ada hal unik lagi (kejutan lagi) selesai makan pelatih memberi tugas kepada kami untuk menyimpan kulit pisang yang sudak kami makan isinya dengan baik (entah apa maksudnya, udah kerjain aja, daripada dapat hukuman) pikir kami.
Setelah semua selesai makan, kami bergantian untuk mencuci alat makan masing-masing. Dalam waktu yang singkat namun hasil mencucinya juga harus besih dan ditata kembali pada tempatnya. Kami segera berbaris kembali di depan rumah makan Pandawa dan berjalan menuju lapangan PBB. Di sana lapangannya lumayan luas, namun permukaaannya sudah rusak dan tidak rata. Lapangan PBB tersebut dikeliling bangunan-bangunan untuk garasi kendaraan TNI (para pelatih menyebutnya lapangan hitam). Di sana, kami dilatih bagaimana baris berbaris yang benar, namun saat itu ada beberapa teman kami yang merasa tidak kuat atau sakit, jadi mereka meminta ijin untuk istirahat. Para pelatih mengatakan kepada kami semua, bahwa mereka yang tiba-tiba sakit itu adalah cengeng, bermain watak, tidak punya daya juang, dan para pelatih akan tidak segan-segan untuk memberi treatment khusus kepada mereka yang berpura-pura. Ternyata gertakan itu membuat beberapa teman kami yang sudah mulai lemas dan mengeluh menjadi kembali bersemangat (karena takut kalee!!! He..he..).
Hari mulai sore, kegitan PBB dihentikan, untuk memberi kesempatan yg beragama muslim beribadah. Selesai beribadah berlanjut makan malam di rumah makan pandawa dengan tata cara yang sama. Setelah itu acara pembinaan kepribadian dan latihan lagu yel2. Kami sangat lelah dan mengantuk, kaki mulai terasa pegal dan ingin tidur (sambil membayangkan betapa empuknya kasur yang ada di rumah).
Pukul 22.00 WIB kami kembali ke tenda dan diperbolehkan untuk istirahat, kami langsung ke tenda dan tempat tidur masing-masing, setelah membereskan perlengkapan kami mulai merebahkan badan di velbed (tempat tidur lipat khas tentara) tidak ada yang kami khawatirkan lagi karena saking capenya kami langsung tertidur pulas, bahkan udara dingin dan nyamuk-nyamuk jumbo yang berpesta menghisap darah kami tidak kami hiraukan alias tidak terasa lagi. Sampai pukul 04.00 pagi semuanya sudah bangun, kami segera mandi. Karena kamar mandi di sana terbatas dan waktu yang di sediakan sedikit jadi kami harus mandi dengan cepat agar semuanya juga bisa mandi.
Hari kedua pukul 04.30 WIB kami sudah bersiap untuk senam pagi, kemudian melakukan kebersihan lingkungan, sarapan dan outbond. Ada yang takut ketinggian, jujur saat itu kami sangat takut. Pada saat melewati jebatan tali 2 memang belum menakutkan, namun setelah itu flyingfox . awalnya kami merasa tidak takut dan ingin segera mencobanya, namun ternyata setelah naik tangga dan sampai atas, kaki langsung gemetar, jantung berdebar-debar kencang. Namun karena rasa penasaran kami, akhirnya BONEK (bondo nekat) alias meberanikan diri... dan rasanya.. wow, ternyata tidak begitu menyeramkan.
Outbond yang ketiga yaitu meluncur rappelling (meluncur dari ketinggian dengan menggunakan tali), dari bawah kami sudah ciut nyali, sepertinya kami tidak berani naik yang ini. Kami hanya melihat beberapa pelatih yang sangat berani memberikan contoh turun dari atas dengan tali. Lama-lama melihat mereka, kami menjadi ingin naik juga, dan kami mulai menyemangati diri kami masing-masing dengan berfikir “kesempatan ini cuma sekali sayang kalau tidak mencobanya” dengan berfikiran itu, kami menjadi lebih berani. Kami tidak tau apakah nanti setelah sampai di atas berani meluncur atau tidak, yang penting kami sudah mencoba berani dulu. Ketika sampai di tangga pertengahan sebagian besar dari kami merasa kaki mulai gemetar, jantung berdetak kencang. Namun kami melihat salah satu teman yang berada di atas kami, “dia saja, berani sampai atas, masa kami tidak?” kami kembali menaiki anak tangga hingga akhirnya kami telah berada di puncak menara setinggi 15 m. Wow sangat menegangkan, mulai ragu, ingin buang air kecil, dan rasanya ingin turun kembali. Setelah beberapa menit di atas, kami mulai bisa mengendalikan perasaan dan rasa takut kami. Dengan rasa yakin kami beranikan diri untuk meluncur dan berteriak “SKITHERS” . setelah sampai bawah, kami heran. Apa tadi itu kami? (sulit dipercaya) yang sebelumnya takut ketinggian ternyata bisa juga meluncur rappelling.
Sekitar pukul 17.00 kegiatan outbond selesai. Semuaya diperbolehkan bersih-bersih diri. Setelah itu beribadah dan berkumpul kembali di lapangan. Kami menuju rumah makan pandawa untuk makan malam bersama. Masih dengan aturan yang sama. Selesai makan malam, kami diajari bermacam-macam yel-yel. Semua menyanyi dengan penuh semangat. Acara selesai dan kamipun diperbolehkan kembali ke tenda kami masing-masing untuk istirahat.
Pukul 01.00 WIB pagi tiba-tib terdengar suara ledakan yang sangat keras, semuanya bangun. kami sangat terkejut, sampai ada yang terjatuh, terlilit selimut. Saat itu suhunya masih sagat dingin, sampai beberapa dari kami menggigil. Kami diarahkan ke suatu tempat, di mana tempat itu sangat gelap, dan banyak pohon. Ketika pelatih bertanya siapa yang merasa sakit, untuk mundur. Ternyata yang sakit, entah benar-benar sakit atau pura-pura ada sekitar 50an siswa, kemudian yg termasuk dalam kelompok itu diberi nama kelompok bodrek, benar ternyata apa yang disampaikan para pelatih bagi mereka yang berpura-pura akan mendapat perlakuan khusus/alias obat dalam bentuk hukuman, dan luar biasanya setelah ada salah satu anak dari kelompok itu diberi perlakuan khusus, tiba-tiba banyak yang mendadak jadi sehat (ha..ha.. menggelikan sekali, itu tadi yang namanya sakit mental).
Kami di bagi menjadi 12 gelombang, satu gelombang terdiri dari 5 orang. Kami ditugaskan untuk mencari jejak, sungguh awalnya kami sangat takut, namun karena terbiasa di tempat itu, kami mulai berani, dan menghilangkan rasa takut itu. Saat perjalanan mencari jejak itu, banyak pelatih yang menakut-nakuti, seperti di kejutkan lah, suara orang menangis dan banyak lagi, apalagi saat itu keadaannya gelap dan dingin jadi suasana juga sedikit mencekam. Hehehe. (Auuuuu...Auuuuu kaya mister Tukul aja)
Sampai pukul 05.00WIB jejak malam selesai, kami kembali ke tenda untk cuci muka, kemudian senam pagi bersama, setelah itu makan pagi dan bersiap-siap untuk pulang. Dari kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kewiraan ini kami mendapatkan banyak ilmu kehidupan yaitu;
- Melatih kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, empati dan kedisiplian
- Berani memimpin dan mau dipimpin
- Membiasakan diri mendahulukan kepentingan bersama dari pada individu
- Melatih mengendalikan emosi, karena semua capek, lapar dan mengantuk
- Melatih hidup sederhana
- Menghargai orang lain
- Mensyukuri makanan
Kegiatan ini akan menjadi kenangan yang takkan terlupakan, dan nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan akan kami bawa sapanjang hayat kami. Kami ucapkan terimakasih untuk sekolah kami tercinta SMK Kimia Industri Theresiana Semarang yang telah memfasilitasi kami untuk mengikuti kegiatan, kami ucapkan terima kasih pula kepada Bapak/Ibu guru yang telah besedia mendampingi kami, mengorbankan waktu, meninggalkan keluarga masing-masing demi kami, begitu juga kepada para pelatih dari kesatuan Banteng Raider, yang telah mendidik kami dengan sungguh-sungguh, tulus, selayaknya kami semua adalah putra-putrinya sendiri, dan tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Baik, yang telah menentukan kejadian dan kesempatan itu kepada kami, semoga ini menjadi bagian dari rencanaNya yang indah untuk kami semua Amien.
Teman-teman jangan lupakan lagu kita ya!!
SMKKI beraksi
Walau panas terik matahari
Berjuta kali kami slalu beraksi
Bagiku itu langkah pasti
Hari-hari esok adalah milik kita
SMKKI kebanggaan bersama
Maju terus itulah semboyannya
Yang slalu santun dan bersahaja
Marilah kawan mari kita nyanyikan
Sebuah lagu, lagu kesusksesan 2X
Writen by: Desi Natalia XB
Langganan:
Postingan (Atom)
RSS Feed




