Jumat, 28 Agustus 2015

Setelah acara pengajian dalam rangka halal bi halal SMK Kimia Industri Theresiana Semarang, kelas 10 mulai dari 10 A KI samapai 10 TP diwajibkan untuk mengikuti/melihat pameran lukis “ Pazzar Seni” di Taman Budaya Raden Saleh atau biasa di singkat TBRS. Kami semua berangkat dari sekolah didampingi oleh beberapa guru dan wali kelas, ada Pak Budi, Pak Widi, Bu Agni, Bu Diah, Bu Yovita dan Bu Ria.

Kami semua diberi pengarahan sebelum berangkat ke TBRS seperti berjalan berdua (sepasang) dengan tertib, karena kebetulan perjalanan ke TBRS melewati jalan raya yang cukup ramai dan padat, meskipun jarak antara sekolah dan TBRS tidaklah jauh. Setelah sampai di depan Gapura TBRS kami sempatkan untuk berfoto bersama, termasuk foto bersama guru dan wali kelas dengan berbagai gaya hi..hi..hi...ternyata guru-guru SKITHERS pada narsis juga......



Setelah puas berfoto di depan gerbang kami lanjutkan perjalanan ke dalam lokasi pameran “Pazzar Seni”, dan kami mulai bertemu dengan para pelukis di stand masing-masing beserta hasil karya mereka berupa lukisan-lukisan yang sangat indah dan beraneka ragam. Berbagai macam aliran lukisan ada di sini dari mulai yang naturalis sampai yang abstrak, dari yang menggunakan teknik manual sampai teknik komputerisasi, bahkan para seniman lukis yang berpartisipasi dalam pameran seni ini tidak hanya berasal dari sekitar Semarang saja melainkan ada yang berasal dari berabgai daerah di Indonesia antara lain, seperti  dari Bali, Jakarta, Banyuwangi, Malang, Jogja, klaten dll.

Dengan melihat hasil karya mereka mata kami benar-benar dimanjakan, mungkin kami belum terlalu paham dengan seni, tapi kami bisa merasakan bahwa hasil karya mereka itu sungguh indah sehingga membuat kami senang, takjub, dan kagum. Sembari melihat-lihat lukisan, kamipun menyempatkan diri untuk berbincang dengan para maestro lukis tersebut, mereka menceritakan pengalamannya dan kecintaannya pada melukis, termasuk menceritakan teknik, dan bahan yang digunakan, bahkan mereka tidak sungkan-sungkan memberi nasehat dan motivasi kepada  kami untuk  selalu bersemangat dalam belajar, melakukan setiap pekerjaan dengan kesungguhan, sepenuh hati dan dilakukan dalam keceriaan, maka sesulit apapun pekerjaan tersebut, apabila kita melakukanya dengan gembira maka, tidak akan terasa berat, bahkan kita akan segera menjadi ahli/maestro/expert dibidang tersebut, hebat kan pesan mereka?

Selain dapat menimba ilmu dari para maestro lukis, kami juga menikmati suasana yang ada, karena di Taman Budaya Raden Saleh selain tempatnya luas di situ udaranya sejuk, karena banyak pepohonan yang besar dan rindang, bahkan banyak spot-spot menarik yang dapat kami jadikan sebagai background foto-foto narsis kami, pokoknya TBRS recomended banget buat yang suka Hunfot (HuntingFoto). Namanya juga anak muda kalo jalan-jalan ngga foto-foto atau mengabadikan momen rasanya tuh hampa banget, so... kegiatan kunjungan ke Pazar Seni bukan kegiatan utama lagi, yang utama adalah foto-foto he..he...bahkan saking sibuknya kami mengambil gambar bersama-sama membuat heboh suasana di sekitar pameran, menjadi pusat perhatian....itulah kami anak-anak muda yang selalu energik, ekspresif, penuh semangat tapi tetap positif dalam bertingkah laku dan bersikap.

Mungkin ini pengalaman yang sangat jarang akan terulang kembali, jadi kami bersyukur dan menikmatinya, selain jadi tambah ilmu kita juga tambah akrab dengan teman-teman. Setelah lelah berkeliling akhirnya tiba saatnya untuk pulang ke rumah masing-masing.....tetap semangat dan kami semua sudah siap untuk membuat laporan kegiatan yang harus dikumpulkan keesokan harinya.....cayoooo!!!!

SKITHERS Semangat...Tetap Semangat....dan Akan Selalu Semangat!!!


Written by: Widya Alfi AW (red: Al) 10B

Kamis, 27 Agustus 2015


2014-2015
KETUAElsa Dewantara
WAKIL KETUAEzra Dea Anggreani
SEKRETARISAyu Anggraeni
Ivania Bachrul Ulum
BENDAHARAFransisca Anastasya
Natasya Ninditya
SEKBID IDesi Natalia
Safitri Arum Sari
SEKBID IIAloysius Ferdinand
-
SEKBID IIINatalia Revianka
Meyta Rahmatika
SEKBID IVAkbar Fajar Abadi
Yulius Andreas
SEKBID VGerry Sandy Yudita
Sindu Dwi
SEKBID VIAngga Muhammad Rohim
Ardine Athalia
SEKBID VIIBinta Mifta Khuromah
Silvi Ratnasari
SEKBID VIIIDesi Yuliani
Stella Dwi Wahyu Widianingtias

Rabu, 26 Agustus 2015

Serunya menyambut dan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-70 bersama SMK KIMIA INDUSTRI THERESIANA SEMARANG atau biasa di sebut SKITHERS, keseruan tersebut di tunjukkan dengan partisipasi seluruh siswa-siswi serta bapak dan ibu guru SKITHERS, ada  pula beberapa mahasiswa Universitas PGRI Semarang yang sedang melakukan observasi PPL ikut berpartisipasi pula dalam kegiatan ini. Semuanya mengikuti kegiatan dengan antusias dan semangat yang menggebu-gebu.

Hay guys ,pastinya kalian tahu kan pada hari senin tanggal 17 agustus 2015 itu adalah merupakan Hari Ulang Tahun negara kita tercinta Indonesia yang ke-70 tahun, tidak kalah dengan sekolah lain skithers pun dengan sigap melalui seluruh pengurus OSIS SMK Kimia Industri Theresiana di bantu dan dibimbing oleh beberapa senior dan guru pembimbing OSIS untuk membuat sebuah acara untuk menyambut dan memeriahkan HUT RI yang ke-70 ini.
Kegiatan yang pertama adalah melaksanakan upacara bendera yang dilaksanakan pada Hari Senin 17 Agustus 2015 di lapangan olahrga skithres, untuk kegiatan selanjutnya pengurus OSIS telah membentuk panitia 17an dengan mengadakan berbagai macam lomba yang dilaksanakan pada Hari Kamis dan Jumat tanggal 21-22 Agustus 2015, mungkin banyak orang mengira jika kegiatan lomba 17an tidak akan meriah jika dilaksanakan setelah tanggal 17 Agustus tapi, ternyata perkiraan itu salah besar karena anggapan tersebut malah menjadi motivasi untuk panitia dan seluruh siswa untuk lebih bersemangat dalam menjalani kegiatan itu, sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan sangat meriah dan seru.  Serunya kegiatan tidak lepas dari banyaknya lomba yang dipertandingkan dan banyaknya siswa dan warga sekolah yang lain termasuk para guru yang ikut ambil bagian, adapun perlombaan yang dipertandingkan dalam kegitan 17an tahun ini adalah :

  • ·         Lomba Basket Sarung
  • ·         Lomba Makan kerupuk
  • ·         Lomba Baca puisi
  • ·         Lomba Balon Totwit
  • ·         Lomba Botol Goyang
  • ·         Lomba Kebersihan Kelas
  • ·         SKITHERS pintar
  • ·         Fashion Show (dengan baju yg di buat dari barang bekas)
  • ·         Lomba Yel-Yel
  • ·         Lomba Goyang Gojigo

 Hari pertama kegiatan lomba yaitu pada Kamis 21 agustus 2015, acara pun di mulai pada pukul 07.00 dengan melakukan apel pagi, absensi dan memberikan beberapa pengumuman tentang kegiatan yang akan berlangsung pada hari itu. Lomba yang dipertandingkan pertama kali adalah lomba basket sarung, pada lomba ini seperti permainan basket biasa hanya saja pemain harus menggunakan sarung pada saat mengikuti lomba, perlombaan ini berlangsung sangat meriah dan seru dengan diiringi back sound (musik). Tidak sedikit pula suporter masing-masing kelas yang berteriak menyoraki team mereka dan ada pula yang menari dan bernyanyi mengikuti alunan back sound yang ada, sesekali saat tim mereka mencetak angka banyak sekali terdengar suporter yang tertawa terbahak karena melihat selebrasi yang unik dan kocak dari beberapa pemain.


Kegiatan lomba basket tersebut juga di barengi dengan perlombaan makan kerupuk yang dilaksanakan di sebelah lapangan basket, lomba ini pun juga tidak kalah kocak dan serunya dengan perlombaan basket sarung, pada perlombaan ini peserta adalah satu orang perwakilan dari setiap kelas dan di dampingi oleh wali kelas masing-masing kelas, pada perlombaan ini peserta dan wali kelas bekerja sama untuk menghabiskan kerupuk yang di gantung pada tiang, di perlombaan ini peserta berlomba untuk menghabiskan kerupuk, dan pada saat perlombaan berlangsung pun suasana menjadi pecah dan sangat ramai dengan penonton yang tertawa terbahak-bahak karena melihat wajah peserta yang kocak pada saat makan kerupuk.



Perlombaan berikutnya adalah lomba baca puisi,  pada perlombaan ini masing-masing kelas memberikan 2 perwakilan dari kelasnya untuk unjuk gigig, pada perlombaan ini peserta akan membacakan puisi yang telah dibuat sendiri dan dibacakan di depan dewan juri, meskipun penonton yang ada pada lomba ini tidak sebanyak perlombaan lainnya tetapi lomba ini juga tidak kalah ramainya dengan lomba lain, hal ini dikarenakan hampir semua peserta terlalu menghayati dan malah memberikan expresi wajah aneh yang membuat semua penonton di situ tertawa lepas.



Perlombaan setelah itu adalah balon totwit dan botol goyang yang berlangsung bersaman di lapangan, cara bermain balon totwit adalah peserta terdiri dari 4 orang yang di beri 1 balon dan balon tersebut harus di estafet kan sebanyak  dua kali oleh satu team tersebut, tim yang paling cepat melakukan estafet tanpa menjatuhkan balon adalah pemenangnya.

Perlombaan botol goyang  juga tak kalah serunya , peserta harus menggiring bola menggunakan botol yang diikat di pinggang menuju beberapa titik dengan cara estafet ,perlombaan ini juga dimeriahkan oleh beberapa mahasiswa PPL dan guru, hal ini juga yang menyebabkan kemeriahan karena tidak biasa melihat seorang guru yang tadinya serius menjadi terlihat lucu dalam kegiatan kali ini.



Lomba yang di lakukan setelah itu adalah skithers pintar, pada perlombaan ini siswa-siswi yang menjadi peserta di tes pengetahuan dan kecerdikan mereka untuk menebak clue (kata kunci) yang telah di sediakan oleh pantia, lomba ini mengadopsi seperti acara di televisi eatbulaga Indonesia.

Lomba yang berikutnya adalah Fashion show dengan kostum dari barang bekas dan daur ulang, pada perlombaan pesertanya adalah satu pasang (cowok dan cewek) dengan menggunakan pakaian yang di buat dari koran, kertas semen, bungkus  kopi dll, pada sesi ini perwakilan kelas menunjukan karya bajunya yang di buat dari bahan bekas, banyak sekali kreatifitas yang dimiliki sisiwa-siswi di skithers hal itu di tunjukan dari baju-baju yang mreka buat untuk fashion show ini sungguh sangat unik dan menarik.



Lomba berikutnya di laksanakan pada Hari Jumat 22 agustus 2015, lomba yang pertama  dilaksanakan adalah perlombaan goyang gojigo (goyang dua lima) pada lomba ini  peserta harus goyang menggunakan lagu gojigo yang telah di tentukan oleh panitia, pada sesi ini juga kreatifitas siswa-siswi di tuangkang dalam bentuk gerakan – gerakan bebas yang mereka peragakan pada saat goyang gojigo, acara ini pun sangat meriah dengan  adanya iringan lagu gojigo dan goyangan gojigio, perlombaan yel-yel juga sangat seru karena mayoritas yel-yel yang di lombakan adalah yel-yel penyemangat,  banyak kelas yang sangat kreatif membuat yel-yel tersebut .



Demikianlah beberapa kegiatan yang telah di laksanakan oleh seluruh siswa SMK Kimia Industri Theresiana Semarang dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun RI ke-70, semoga kegiatan ini tidak hanya sebuah uforia saja akan tetapi kita semua dapat memaknai kegiatan ini dengan mengambil semangat perjuangan para pahlawan untuk kita hidupkan di sanubari kita, sehingga sebagai generasi muda kita dapat mengobarkan semangat itu untuk mengisi kemerdekaan ini dengan belajar, bekerja dan berkarya demi kejayaan Negara tercinta Indonesia.

MERDEKA....MERDEKA....MERDEKA.....!!!
SKITHERS BISA........SKITHERS TETAP JAYA!!



Written by : Filemon Dimas Aditya (XI C)

Selasa, 18 Agustus 2015

Semua Perbedaan Itu Lebur Menjadi Satu Harmoni Di Dalam Taman Surgawi Yang Indah Di Bawah Naungan Cinta Sang Illahi
Taman Surgawi (red: SMK Kimia Industri Theresiana)
Engkau adalah aku yang lainnya....mungkin kita beda tubuh tapi tetap satu jiwa, jiwa yang bersatu dalam cinta yaitu cinta Tuhan Yang Maha Mencintai” itulah salah satu penggalan kata-kata puitis yang dilontarkan oleh Kiayi Budi Harjono, yang memiliki makna yang dalam dan menyejukkan, sebagaimana beliau menjelaskan bahwa, sebagai manusia kita semua adalah saudara, dari nenek moyang yang sama, yang memiliki fitrah yang sama pula untuk berbuat kebaikan, mencegah keburukan dan memakmurkan alam semesta raya (Amar ma'ruf nahi munkar), bahkan beliau juga menambahkan bahwa setiap orang adalah cermin bagi diri kita sendiri, apabila yang kita lihat pada diri orang lain buruk, maka sebenarnya keburukan itu ada pada diri kita juga, begitupula sebaliknya apabila apa yang kita lihat pada diri orang lain baik, sebenarnya kebaikan itu juga ada pada diri kita, jika saja kita semua punya pemahaman seperti itu maka bumi ini akan sejuk dan damai, karena tidak ada orang yang akan mengolok-olok orang lain, menganggap orang lain hina, dan menganggap diri mereka paling baik karena saat kita hendak melakukan hal buruk maka kita akan mengingat cermin diri yang akan memantulkan kembali keburukan itu pada diri kita masing-masing....subhanallah betapa syahdunya hati ini ketika kami mendengarnya seolah-olah seperti tetesan embun yang jatuh di hati kami yang gersang, yang rindu kedamaian, sungguh menyejukkan.

Kami sangat bersyukur sekali dapat menyelenggarakan kegiatan Pengajian Halal bi halal keluarga besar SMK Kimia Industri Theresiana Semarang pada Hari Senin 10 Agustus 2015 yang lalu, dan bertambah rasa syukur kami karena dapat menghadirkan Kiayi Budi Harjono Pengasuh Pondok Pesatren Al Islah Meteseh Tembalang untuk memberikan tausiah pemaknaan halal bi halal di tengah-tengah siwa-siswi kami yang heterogen, memiliki berbagai macam latar belakang baik itu keluarga, suku dan agama. Beliau Kyiai Budi memberikan tausiah yang sangat menarik sekali, dan kami semua sangat menikmatinya, bahasanya santai, cerdas, penuh canda, puitis, tidak menggurui serta makna dari setiap apa yang disampaikan sangat dalam hingga sampai di hati, sedikit berlebihan mungkin tapi memang itulah yang dapat kami gambarkan dari apa yang disampaikan Kyiai Budi Harjono dalam pengajian tersebut, sungguh menginspirasi dan memberikan perspektif cerdas bahwa, pengajian yang biasanya disampaikan dengan sangat serius, hikmat, tetapi oleh Kyiai Budi pengajian tersebut dapat di kemas dalam bahasa yang komunikatif, ringan, puitis, kocak namun isinya tetap berbobot , beliau menegaskan inilah bahasa cinta, tidak membuat orang ketakutan, cemas tetapi sebaliknya membuat kita bersuka cita.





Kiayi Budi juga menjelaskan bahwa sebagai manusia yang hidup di bumi, kita semua adalah sama, sama-sama sedang menjalani sebuah proses penempaan untuk mendapatkan cintaNya, cinta dari Tuhan Yang Maha Esa, pada proses penempaan inilah yang seringkali membuat kita tidak saling memahami, justru saling menyalahkan, saling curiga, menganggap diri paling benar, yang akhirnya menjadikan hubungan kita sebagai sesama manusia mengalami disharmonisasi seperti yang sering kita jumpai dalam kehidupan bermasyarakat dewasa ini. Kyai Budi mengibaratkan sebagian dari kita adalah seperti butiran padi, dan sebagian lain seperti butiran gandum, untuk dapat menjadi nasi atau roti yang bisa dinikmati, maka padi dan gandum tadi harus melewati beberapa proses yang berbeda, agar padi dapat menjadi butiran beras maka perlu ditumbuk atau digiling, dengan maksud bukan untuk menghancurkannya, tetapi untuk memisahkan kulit sekam yang kasar dari isinya, setelah didapat butiran-butiran beras proses itu belum selesai, untuk bisa dikonsumsi beras yang kelihatannya bersih masih perlu dicuci, dan ternyata kita dapatkan air cucian beras terlihat keruh yang menandakan bahwa beras masih kotor, setelah bersih maka beras itu akan di masak di atas tungku yang di bawahnya  menyala api yang membara sampai akhirnya beras tadi matang dan menjadi nasi, begitu pula biji gandum, dalam proses untuk menjadi roti, gandum harus dipisahkan dari kulitnya lalu ditumbuk untuk menjadikannya butiran yang lebih halus berupa tepung sehingga dapat mudah untuk diolah dan dicampur dangan bahan yang lain untuk selanjutnya dimasak dan akhirnya menjadi roti.

Antara beras dan gandum menjalani proses yang masing-masing berbeda tetapi proses itu mengarah pada tujuan yang sama yaitu menjadi sesuatu yang dapat dikonsumsi dan berguna, dan seperti itulah hidup kita, mungkin kita memilih proses penempaan yang berbeda-beda sesuai apa yang kita yakini, sesuai petunjuk-petunjuk Illahi yang telah diturunkan ke bumi, dan bagi kita pilihan-pilihan yang berbeda itu tidak seharusnya menjadikan kita tidak mau memahami pilihan orang lain sehingga  kita menjadi lupa tujuan dari proses itu sendiri, maka janganlah kita terlalu meributkan dan memperdebatkan setiap prosesnya akan tetapi hasilnya, apabila hasil dari proses itu baik maka, akan mudah untuk dikenali semua orang, apapun agamanya, latar belakangnya, sukunya ataupun rasnya, karena kebaikan dimanapun bersifat universal seperti perkataan yang kami sunting dari Almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) “ Tidak penting apapun agama atau sukumu...Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu...”
Kiayi Budi juga mengajak siswa-siswi SMK Kimia Industri Theresiana untuk mau menjalani proses penempaan seperti layaknya butiran padi dan biji gandum tadi dengan tulus, ikhlas dan sungguh-sungguh. Kiayi Budi mengibaratkan sekolah adalah kawah candradimuka, tempatnya gulowentah, menempa setiap siswa untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik, dan tentunya semua poses yang dijalani baik oleh guru, siswa atau siapa saja yang termasuk di dalamnya harus menggunakan laku dan bahasa cinta yang penuh kesantunan, kemesraan, kasih sayang, saling menghargai, saling menghormati, saling memahami dan saling melengkapi menjadi sebuah sinergi yang indah selayaknya taman surgawi.

Bahasa-bahasa puitis, nan jenaka itulah yang menjadikan suasana riuh, ceria, semua siswa, guru tersenyum lebar sambil sesekali menggeleng-gelengkan kepala, seolah terpesoana oleh kata-kata seorang pujangga, semua melebur dalam suka cita dan lebih tepat jika pengajian ini kita sebut sebagai obrolan cinta sahabat lama yang bertemu dalam ruang kerinduan antara aku, engkau dan Dia.

Kiayi Budi juga memperkenalkan kami pada sebuah tarian yang syarat makna akan fitrah manusia yang rindu akan cinta kepada Sang Illahi yang diperagakan oleh murid-murid beliau, tari itu beliau sebut tari sufi, yang dimulai dengan membungkuk penuh kepasrahan yang mengisyaratkan bahwa manusia adalah makhluk yang tidak berdaya di hadapan Sang Illahi, yang harus mau mengakui segala kekurangan dan  kesalahannya, lalu berdiri tegap dengan tangan disilangkan ke dada yang menandakan bahwa apapun yang kita lakukan dan katakan akan kembali kepada diri sendiri, sehingga apapun yang keluar dari setiap diri adalah hanya kebaikan, lalu berputar-putar ke arah kiri seperti susunan tata surya berputar menandakan bahwa kita harus melakuakn harmonisasi dengan alam semesta sebagai tanda kepatuhan kita kepada Sang Illahi, dan pada saat tertentu kedua tangan menyilang di perut yang menandakan kita harus bisa menahan sifat dasar kita yang negatif/hawa nafsu yang berlebihan, dan putaran yang terus-menerus dengan kedua tangan menengadah ke atas adalah tanda bahwa kita harus bersuka cita menjalani kehidupan dengan menggantungkan diri hanya kepadaNYA dan hanya mengharap cinta dariNYA.

Ini merupakan hal baru bagi kami, dan dengan acara pengajian ini, kami semua tidak hanya mendapatkan keceriaan, kesegaran rohani, tetapi pengetahuan baru mengenal kebudayaan yang mungkin masih asing bagi kami. Mungkin pertemuan kami dengan Kiayi Budi hanya singkat, akan tetapi apa yang kami dapatkan benar-benar sangat berarti, baik sebagai pribadi, sebagai siswa, guru, pemimpin, keluarga, masyarakat dan sebagai manusia yang sedang berproses bersama menuju tujuan yang luhur yaitu kebaikan.

Kami berharap kegiatan sepert i ini akan dapat terus kita laksanakan di SMK Kimia Industri Theresiana Semarang, dengan harapan agar siswa-siswi kami menjadi generasi yang penuh kasih, menghargai perbedaan, toleransi, dan menjadikan perbedaan yang ada bukan sebagai kelemahan justru menjadi kekuatan dan kekayaan yang dimiliiki oleh Bangsa Indonesia, sebagaimana semboyan Bhineka Tunggal Ika, yang bersama-sama dalam gandengan tangan yang mesra  mengembangkan pribadi yang berbudi pekerti luhur dalam suasana cinta damai.

Mudah-mudahan tulisan ini dapat menginspirasi diri kami sendiri dan saudara-saudara kami yang lain, untuk menjadi pribadi penuh kasih dan cinta seperti apa yang telah Tuhan ajarkan kepada kita semua dengan segala perbedaan yang ada berproses bersama menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik serta menjadikan hidup ini lebih berwarna dan indah. Salam Cinta dari SMK Kimia Industri Theresiana...

Rabu, 05 November 2014

Tidak kalah seru dengan pemilihan kepala daerah atau pemilihan presiden, pemilihan dengan pemungutan suara pun dilaksanakan di SMK Kimia Industri Theresiana Semarang untuk menentukan posisi ketua dan wakil ketua OSIS. Setelah mengadakan seleksi pemilihan calon ketua dan calon wakil ketua OSIS selama kurang lebih 3 minggu, akhirnya pemilu untuk menentukan ketua dan wakil ketua OSIS yang baru dapat dilaksanakan dengan LUBERJURDIL ( Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil).

Pemilihan yang dilaksanakan pada hari rabu, tanggal 8 Oktober 2014 di sekolah SMK Kimia Industri Theresiana Semarang menghadirkan 3 pasang calon ketua dan wakil ketua OSIS SMK Kimia Industri Theresiana Semarang periode 2014-2015. Diantaranya, pasangan dengan nomor urut 1.Aloysius Ferdinand K sebagai calon ketua OSIS dan Ardine Athalia Christian sebagai calon wakil ketua OSIS, pasangan dengan nomor urut 2. Stella Dwi Widyadiningtyas sebagai calon ketua OSIS dan Safitri Arum Sari sebagai calon wakil ketua OSIS, serta pasangan dengan nomor urut 3. Elsa Dewantara sebagai calon ketua OSIS dan Ezra Dea sebagai calon wakil ketua OSIS.



Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB diikuti oleh bapak kepala sekolah, bapak wakil kepala sekolah, bapak ibu guru, siswa-siswi SMK Kimia Industri Theresiana Semarang. Acara ini diawali dengan doa dilanjutkan dengan pengarahan pada masing-masing kandidat tentang aturan pemilu. Dalam kesempatan ini para pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS diberikan kesempatan untuk menyampaikan Visi, Misi dan Rencana Program Kerja mereka dalam menjalakan OSIS satu tahun ke depan, dalam penyampaian Visi, Misi dan Rencana Program Kerja masing-masing kandidat didampingi oleh kakak-kakak OSIS yang bertugas sebagai Komisi Pemilihan Umum OSIS SMK Kimia Industri Theresiana.

Penyampaian Visi, Misi dan RENPROKER yang pertama yaitu penyampaian di depan seluruh bapak dan ibu guru SMK Kimia Industri Theresiana Semarang yang bertempat di ruang guru, dilanjutkan dengan penyampaian di depan siswa-siswi SMK Kimia Industri Theresiana Semarang yang bertempat pada ruang kelas masing-masing sekaligus proses pemungutan suara pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS yang baru oleh bapak ibu guru serta siswa-siswi SMK Kimia Industri Theresiana Semarang melalui surat suara yang dibagikan setelah penyampaian Visi, Misi dan RENPROKER masing-masing kandidat selesai. Dalam penyampaian Visi, Misi dan Rencana Program Kerja, masing-masing kandidat berusaha menjelaskan dan menyakinkan Visi, Misi dan Rencana Program Kerjanya tersebut kepada bapak ibu guru serta siswa-siswi SMK Kimia Industri Theresiana Semarang sehingga dapat yakin untuk memilih kandidat tersebut.

Setelah penyampaian Visi, Misi dan Rencana Program Kerja serta pemungutan suara selesai, acara dilanjutkan dengan perhitungan surat suara. Acara ini dihadiri oleh pembina OSIS, anggota OSIS, ketua kelas dari masing-masing kelas yang bertindak sebagai saksi dalam perhitungan surat suara, serta kandidat calon ketua dan wakil ketua OSIS yang baru. Setelah perhitungan suara yang berjalan ketat antar masing-masing kandidat selesai, akhirnya kandidat yang terpilih sebagai ketua dan wakil ketua OSIS yang baru adalah kandidat dengan nomor urut 3, yaitu Elsa Dewantara dan Ezra Dea.

Adapun hasil rekapitulasi pemungutan suara sebagai berikut:

NO URUTNAMA KANDIDATPEROLEHAN SUARA
Kandidat 1Aloysius Ferdinan AK & Ardhine Athalia C110
Kandidat 2Stella Dwi W & Safitri Arumsari56
Kandidat 3Elsa Dewantara & Ezra Dea A111
Surat Suara Rusak55
Total Suara332
Keterangan:
Nilai Suara
1.Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah = 5 poin
2.Guru = 3
3.OSIS kelas XII = 2
4.Siswa = 1

Kami sebagai siswa SMK Kimia Industri Theresiana Semarang berharap, kegiatan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya, karena kegiatan ini sangat penting bagi siswa, atau sebagai generasi muda untuk bisa belajar dan mendapatkan pendidikan berdemokrasi sejak dini, sehingga pada akhirnya nanti generasi muda ini menjadi masyarakat yang cerdas dan bijak dalam bersikap, bertindak terutama dalam kehidupan yang demokratis, seperti kita ketahui bahwa Bangsa Indonesia adalah salah satu bangsa terbesar di dunia yang menganut pemerintahan yang demokratis.

Sedangkan bagi kandidat ketua dan wakil ketua OSIS, kegiatan ini akan menjadi sebuah pengalaman berharga sekaligus sebagai proses penyaringan (Pontential Leadership Screening) yang nantinya akan membentuk para calon kandidat tersebut menjadi pribadi yang tangguh, bertanggungjawab, pemberani, dan berjiwa ksatria. Proses-proses seperti inilah yang dapat membentuk karakter mereka menjadi pemimpin yang dapat diteladani oleh seluruh siswa SMK Kimia Industri Theresiana.

Dari tujuan dan manfaat kegiatan pemilu OSIS yang sudah dijabarkan di atas ada hal yang tidak kalah penting dari diadakannya acara pemilu ini, yaitu dalam prosesnya diharapkan pengurus OSIS dan seluruh siswa SMK Kimia Industri Theresiana dapat menjiwai semagat 4K (Kasih, Kompeten, Kerja keras, Kreatif) dan mengaplikasikannya dalam kehidupan masing-masing sehingga menjadi pribadi yang lebih baik yang berguna bagi diri sendiri, orang lain, lingkungan terlebih bagi Bangsa Indonesia tercinta. SMK Kimia Industri Theresiana Semarang

DASYAT... LUAR BIASA... YES..YES..YES...

Written By: Elsa Dewantara

Rabu, 10 September 2014

Selamat pagi!!
Pagi..pagi..pagi SMKKI Yes!!
Siapa Kita? Skithers
Jiwa Kita? Merah-Putih
Semangat Kita? Pantang Mundur

Itu tadi sepenggal yel-yel penyemangat yang kami teriakkan dalam kegiatan pengembangan diri yang dilaksanakan pada tanggal 28-29 Agustus 2014, kegiatan tersebut tepatnya dilaksanakan Yonif 400/Raider yang berada di jalan Setia Budi, Srondol Semarang. Kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan oleh SMK Kimia Industri Theresiana Semarang . Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kewiraan tersebut diikuti seluruh siswa kelas X (Sepuluh) yang berjumlah 81 siswa yang terdiri dari 49 Siswa Putri dan 32 Siswa Putra.

Kamis, 28 Agustus 2014 sekitar pukul 08.30 WIB kami bertolak dari sekolah menuju Banteng Raider diangkut menggunakan 3 truk tentara yang sangat besar, ada perasaan cemas, takut, gembira juga bangga, selayaknya para serdadu kami merasa seperti akan berangkat ke medan perang demi membela tanah air tercinta. (Cie..cie..jiwa patriotismenya muncul)




Sepanjang perjalanan, semua sangat bersemangat, tidak lama sekitar 15 menit kemudian, akhirnya kami sampai di Banteng Raider. Di sana bersih, hijau dan tertata rapi, itu yang kami lihat pertama kali. Turun dari truk kemudian kami baris berdasarkan kelas masing-masing, setelah itu dibagi menjadi 3 pleton yang masing-masing terdiri dari 27 orang. Kami dipersilahkan untuk meletakkan tas ke tenda yang telah disiapkan. Ada 3 tenda, 2 untuk putri dan 1 untuk putra. Setelah mengikuti acara pembukaan, kami berlatih baris-berbaris sampai pukul 11.30 WIB.

Kemudian kami berjalan menuju rumah makan pandawa untuk makan siang. Ternyata makanpun harus ada tata caranya. Jadi sampai di sana kami tidak langsung makan, namun dilatih terlebih dulu agar menguasai tata cara atau prosedurnya. Sebelum masuk ruang makan, kita harus laporan terlebih dahulu, setelah pelatih menilai bahwa kami benar dalam melakukan laporan, maka kami baru diperbolehkan untuk masuk dan mengambil makanan, dan sebaliknya apabila laporan kami kurang sempurna, maka kami harus mengulang dan antre di baris paling belakang (pokoknya ekstra konsentrasi dan sabar).

Kalau biasanya tempat makan yang umum kita gunakan itu piring, namun di sana berbeda, kami makan menggunakan ompreng yaitu tempat makan yang terbuat dari sejenis kaleng atau besi stainless steel. Setelah mengambil makanan kita harus duduk rapi di lantai, menata ompreng serapi mungkin dan tidak boleh miring sedikitpun. Kami tidak boleh langsung makan terlebih dahulu, harus menunggu semuanya mengambil makanan dan duduk rapi. Ternyata tata caranya tidak cukup sampai disini, ternyata masih ada peraturan berikutnya, harus duduk siap yaitu duduk sila dengan posisi tegak, tangan lurus di lutut, dan pandangan lurus ke depan. Di saat pelatih mengarahkan, ternyata ada salah satu siswa telah makan terlebih dulu, pelatih menyuruhnya berdiri di pojok dengan membawa omprengnya sebagai bentuk konskuensi atas kesalahannya tidak mengikuti aturan. Berlanjut ke peraturan beikutnya, doa, ada juga kode makan. Bunyinya “hap. haaaaaap. pyeng-pyeng, pyeng-pyeng. hap” Ini hal yang menurut saya lucu, unik dan menyenangkan.

Di saat makan, tidak boleh ada suara ompreng, dan ada satu prinsip yang bagus, yaitu “sendok mencari mulut, bukun mulut yang mencari sendok” (sederhana tapi sering kali kita lupa) dan makanan yang kami makan harus habis dalam hitungan detik yang di tentukan pelatih. Kami sangat cemas, karena kebanyakan dari kami terbiasa makan lambat. Namun karena kecemasan kami itu, ketika kami berusaha ternyata kami juga bisa makan dengan waktu yang singkat. Ada hal unik lagi (kejutan lagi) selesai makan pelatih memberi tugas kepada kami untuk menyimpan kulit pisang yang sudak kami makan isinya dengan baik (entah apa maksudnya, udah kerjain aja, daripada dapat hukuman) pikir kami.

Setelah semua selesai makan, kami bergantian untuk mencuci alat makan masing-masing. Dalam waktu yang singkat namun hasil mencucinya juga harus besih dan ditata kembali pada tempatnya. Kami segera berbaris kembali di depan rumah makan Pandawa dan berjalan menuju lapangan PBB. Di sana lapangannya lumayan luas, namun permukaaannya sudah rusak dan tidak rata. Lapangan PBB tersebut dikeliling bangunan-bangunan untuk garasi kendaraan TNI (para pelatih menyebutnya lapangan hitam). Di sana, kami dilatih bagaimana baris berbaris yang benar, namun saat itu ada beberapa teman kami yang merasa tidak kuat atau sakit, jadi mereka meminta ijin untuk istirahat. Para pelatih mengatakan kepada kami semua, bahwa mereka yang tiba-tiba sakit itu adalah cengeng, bermain watak, tidak punya daya juang, dan para pelatih akan tidak segan-segan untuk memberi treatment khusus kepada mereka yang berpura-pura. Ternyata gertakan itu membuat beberapa teman kami yang sudah mulai lemas dan mengeluh menjadi kembali bersemangat (karena takut kalee!!! He..he..).

Hari mulai sore, kegitan PBB dihentikan, untuk memberi kesempatan yg beragama muslim beribadah. Selesai beribadah berlanjut makan malam di rumah makan pandawa dengan tata cara yang sama. Setelah itu acara pembinaan kepribadian dan latihan lagu yel2. Kami sangat lelah dan mengantuk, kaki mulai terasa pegal dan ingin tidur (sambil membayangkan betapa empuknya kasur yang ada di rumah).

Pukul 22.00 WIB kami kembali ke tenda dan diperbolehkan untuk istirahat, kami langsung ke tenda dan tempat tidur masing-masing, setelah membereskan perlengkapan kami mulai merebahkan badan di velbed (tempat tidur lipat khas tentara) tidak ada yang kami khawatirkan lagi karena saking capenya kami langsung tertidur pulas, bahkan udara dingin dan nyamuk-nyamuk jumbo yang berpesta menghisap darah kami tidak kami hiraukan alias tidak terasa lagi. Sampai pukul 04.00 pagi semuanya sudah bangun, kami segera mandi. Karena kamar mandi di sana terbatas dan waktu yang di sediakan sedikit jadi kami harus mandi dengan cepat agar semuanya juga bisa mandi.

Hari kedua pukul 04.30 WIB kami sudah bersiap untuk senam pagi, kemudian melakukan kebersihan lingkungan, sarapan dan outbond. Ada yang takut ketinggian, jujur saat itu kami sangat takut. Pada saat melewati jebatan tali 2 memang belum menakutkan, namun setelah itu flyingfox . awalnya kami merasa tidak takut dan ingin segera mencobanya, namun ternyata setelah naik tangga dan sampai atas, kaki langsung gemetar, jantung berdebar-debar kencang. Namun karena rasa penasaran kami, akhirnya BONEK (bondo nekat) alias meberanikan diri... dan rasanya.. wow, ternyata tidak begitu menyeramkan.

Outbond yang ketiga yaitu meluncur rappelling (meluncur dari ketinggian dengan menggunakan tali), dari bawah kami sudah ciut nyali, sepertinya kami tidak berani naik yang ini. Kami hanya melihat beberapa pelatih yang sangat berani memberikan contoh turun dari atas dengan tali. Lama-lama melihat mereka, kami menjadi ingin naik juga, dan kami mulai menyemangati diri kami masing-masing dengan berfikir “kesempatan ini cuma sekali sayang kalau tidak mencobanya” dengan berfikiran itu, kami menjadi lebih berani. Kami tidak tau apakah nanti setelah sampai di atas berani meluncur atau tidak, yang penting kami sudah mencoba berani dulu. Ketika sampai di tangga pertengahan sebagian besar dari kami merasa kaki mulai gemetar, jantung berdetak kencang. Namun kami melihat salah satu teman yang berada di atas kami, “dia saja, berani sampai atas, masa kami tidak?” kami kembali menaiki anak tangga hingga akhirnya kami telah berada di puncak menara setinggi 15 m. Wow sangat menegangkan, mulai ragu, ingin buang air kecil, dan rasanya ingin turun kembali. Setelah beberapa menit di atas, kami mulai bisa mengendalikan perasaan dan rasa takut kami. Dengan rasa yakin kami beranikan diri untuk meluncur dan berteriak “SKITHERS” . setelah sampai bawah, kami heran. Apa tadi itu kami? (sulit dipercaya) yang sebelumnya takut ketinggian ternyata bisa juga meluncur rappelling.

Sekitar pukul 17.00 kegiatan outbond selesai. Semuaya diperbolehkan bersih-bersih diri. Setelah itu beribadah dan berkumpul kembali di lapangan. Kami menuju rumah makan pandawa untuk makan malam bersama. Masih dengan aturan yang sama. Selesai makan malam, kami diajari bermacam-macam yel-yel. Semua menyanyi dengan penuh semangat. Acara selesai dan kamipun diperbolehkan kembali ke tenda kami masing-masing untuk istirahat.

Pukul 01.00 WIB pagi tiba-tib terdengar suara ledakan yang sangat keras, semuanya bangun. kami sangat terkejut, sampai ada yang terjatuh, terlilit selimut. Saat itu suhunya masih sagat dingin, sampai beberapa dari kami menggigil. Kami diarahkan ke suatu tempat, di mana tempat itu sangat gelap, dan banyak pohon. Ketika pelatih bertanya siapa yang merasa sakit, untuk mundur. Ternyata yang sakit, entah benar-benar sakit atau pura-pura ada sekitar 50an siswa, kemudian yg termasuk dalam kelompok itu diberi nama kelompok bodrek, benar ternyata apa yang disampaikan para pelatih bagi mereka yang berpura-pura akan mendapat perlakuan khusus/alias obat dalam bentuk hukuman, dan luar biasanya setelah ada salah satu anak dari kelompok itu diberi perlakuan khusus, tiba-tiba banyak yang mendadak jadi sehat (ha..ha.. menggelikan sekali, itu tadi yang namanya sakit mental).

Kami di bagi menjadi 12 gelombang, satu gelombang terdiri dari 5 orang. Kami ditugaskan untuk mencari jejak, sungguh awalnya kami sangat takut, namun karena terbiasa di tempat itu, kami mulai berani, dan menghilangkan rasa takut itu. Saat perjalanan mencari jejak itu, banyak pelatih yang menakut-nakuti, seperti di kejutkan lah, suara orang menangis dan banyak lagi, apalagi saat itu keadaannya gelap dan dingin jadi suasana juga sedikit mencekam. Hehehe. (Auuuuu...Auuuuu kaya mister Tukul aja)

Sampai pukul 05.00WIB jejak malam selesai, kami kembali ke tenda untk cuci muka, kemudian senam pagi bersama, setelah itu makan pagi dan bersiap-siap untuk pulang. Dari kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kewiraan ini kami mendapatkan banyak ilmu kehidupan yaitu;
   
  1. Melatih kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, empati dan kedisiplian
  2. Berani memimpin dan mau dipimpin
  3. Membiasakan diri mendahulukan kepentingan bersama dari pada individu
  4. Melatih mengendalikan emosi, karena semua capek, lapar dan mengantuk
  5. Melatih hidup sederhana
  6. Menghargai orang lain
  7. Mensyukuri makanan
Kegitan ini sangat membantu, dan mendidik kami siswa-siswi SMK Kimia Industri Theresiana untuk dapat mengembangkan karakter kami menjadi lebih baik. Walaupun pada awalnya kami semua mengeluh dengan kegitan ini, namun akhirnya kami sekarang benar-benar menyadari betapa kegiatan ini sangat penting bagi kami (pengen nambah), untuk melatih kami dan mempersiapkan mental kami untuk mengahadapi masa depan, yang tentunya banyak rintangan dan halangan, dan untuk itu pula kami diajarkan sikap pantang menyerah, terus berjuang utuk meraih cita-cita kami, dan bagaimana nanti kami semua menjadi manusia yang berguna bagi diri sendiri, sesama, bangsa dan negara.

Kegiatan ini akan menjadi kenangan yang takkan terlupakan, dan nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan akan kami bawa sapanjang hayat kami. Kami ucapkan terimakasih untuk sekolah kami tercinta SMK Kimia Industri Theresiana Semarang yang telah memfasilitasi kami untuk mengikuti kegiatan, kami ucapkan terima kasih pula kepada Bapak/Ibu guru yang telah besedia mendampingi kami, mengorbankan waktu, meninggalkan keluarga masing-masing demi kami, begitu juga kepada para pelatih dari kesatuan Banteng Raider, yang telah mendidik kami dengan sungguh-sungguh, tulus, selayaknya kami semua adalah putra-putrinya sendiri, dan tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Baik, yang telah menentukan kejadian dan kesempatan itu kepada kami, semoga ini menjadi bagian dari rencanaNya yang indah untuk kami semua Amien.

Teman-teman jangan lupakan lagu kita ya!!

SMKKI beraksi
Walau panas terik matahari
Berjuta kali kami slalu beraksi
Bagiku itu langkah pasti

Hari-hari esok adalah milik kita
SMKKI kebanggaan bersama
Maju terus itulah semboyannya
Yang slalu santun dan bersahaja

Marilah kawan mari kita nyanyikan
Sebuah lagu, lagu kesusksesan 2X

Writen by: Desi Natalia XB